Timika, Torangbisa.com – Jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Tiberias Timika menyambut Fajar Paskah dengan menggelar berbagai kegiatan, pawai obor serta ibadah paskah yang dipusatkan di halaman Gereja GPI Papua Tiberias, Sabtu hingga Minggu pagi (4-5/4/2026).
Kegiatan yang dimulai menyajikan perlombaan diikuti oleh 5 wadah kategorial yakni, Persekutuan Anak dan Remaja (PAR), Persekutuan Pemuda (PP), Persekutuan Wanita (Perwata), Persekutuan Pria (Perpri) dan Persekutuan Lanjut Usia (Perlansia).
Sejumlah perlombaan yang dilaksanakan ialah Cerdas Cermat Alkitab, Tebak gerak, Siapakah aku?, Puji-pujian, Pawai Obor, dan ditutup dengan ibadah menyongsong Fajar Paskah.
Kegiatan Pawai Obor diikuti oleh warga Jemaat GPI Papua Tiberias dengan rute dimulai dari halaman Gereja GPI Papua Tiberias jalan C Heatubun, jalan Yos Sudarso pertigaan Lampu Merah Katedral lurus perempatan lampu merah Bank Papua dan putar kembali ke Gereja GPI Papua Tiberias.
Dalam ibadah Fajar Paskah dipimpin oleh Pdt. E. R. Patipawae yang terambil dalam Injil Yohanes 20:1-10 dalam khotbahnya mengatakan, iman kepada kebangkitan Kristus harus tetap menjadi keyakinan yang teguh.
Menurutnya, kebangkitan Kristus menjadi bukti bahwa iman orang percaya tidak sia-sia. Ia mengutip ajaran Rasul Paulus yang menegaskan bahwa jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah kepercayaan dan pemberitaan Injil. Namun sebaliknya, kebangkitan Kristus justru menjadi dasar pengharapan akan hidup yang kekal.
“Kuasa kebangkitan-Nya mengalahkan maut dan memberikan hidup bagi kita semua. Karena kebangkitan itu pula, Kristus dimuliakan sebagai Tuhan atas segala sesuatu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hidup kekal merupakan anugerah dari Allah yang tidak diperoleh melalui usaha manusia, melainkan diberikan secara cuma-cuma bagi setiap orang yang percaya, sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes 3:16.
Dalam momentum Paskah 2026, ia juga menyinggung tema yang diangkat oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, yakni “Kebangkitan Kristus Membarui Kemanusiaan Kita” yang merujuk pada 2 Korintus 5:17.
Tema ini mengajak umat untuk meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai ciptaan baru di dalam Kristus.
Ia menegaskan bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib yang disertai perkataan “sudah selesai” menandakan bahwa dosa manusia telah ditebus sepenuhnya. Oleh karena itu, kebangkitan menjadi tanda dimulainya hidup baru yang tercermin dalam perilaku, sikap, dan tindakan sehari-hari.
“Jika kita masih hidup dalam kebiasaan lama yang melukai hati Tuhan, berarti kita belum sepenuhnya menerima hidup baru itu,” tegasnya.
Dalam renungan tersebut, umat juga diingatkan bahwa Paskah bukan hanya perayaan, tetapi juga amanat untuk menjalankan pelayanan, kesaksian, persekutuan, serta hidup dalam kasih dan pengampunan. Dengan pesan bahwa kebangkitan Kristus menjamin kehidupan kekal bagi orang percaya.
“Kristus tidak hanya bangkit, tetapi menjadi sumber hidup. Bahkan dalam kematian pun, kita tidak akan terpisah dari-Nya, karena Ia telah menyediakan tempat bagi kita,” pungkasnya.
















