Kabar Kampung

Dorong Buka Isolasi Wilayah, Kepala Distrik Agimuga Usulkan 100 Program Pembangunan untuk Agimuga

×

Dorong Buka Isolasi Wilayah, Kepala Distrik Agimuga Usulkan 100 Program Pembangunan untuk Agimuga

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait rencana pembangunan SMA di wilayah pedalaman Mimika, di Hotel Grand Tembaga (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Distrik Agimuga mengusulkan lebih dari 100 program pembangunan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026.

Program tersebut difokuskan pada pembukaan akses wilayah terisolasi di kawasan Agimuga guna mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, saat diwawancarai awak media di Hotel Grand Tembaga, Senin (16/03/2026).

mengatakan sejumlah usulan prioritas yang diajukan di antaranya pembangunan jembatan, pelabuhan rakyat, akses jalan penghubung antar distrik, hingga pembangunan fasilitas pendidikan.

“Ada sekitar 100 lebih program yang kami usulkan. Tapi inti dari usulan itu adalah membuka keterisolasian wilayah, terutama di Agimuga,” ujar Arianus Katagame

Salah satu usulan utama adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan pusat distrik di Kiliarma dengan Kampung Fakafuku.

Menurutnya, jembatan tersebut sangat dibutuhkan karena sungai di wilayah tersebut cukup besar sehingga memerlukan perencanaan dan pembiayaan yang memadai.

Selain itu, pemerintah distrik juga mengusulkan pembangunan pelabuhan rakyat yang lebih aman bagi aktivitas transportasi masyarakat. Selama ini, pelabuhan yang berada di Sungai Kali Cemara kerap rusak saat terjadi banjir.

“Kalau banjir, perahu sering hanyut dan pelabuhan juga rusak. Karena itu kami usulkan pelabuhan rakyat dipindahkan ke Sungai Labang yang arusnya lebih tenang,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, Arianus juga menyoroti pentingnya pembangunan SMA di wilayah Agimuga.

Ia mengatakan banyak siswa dari daerah pedalaman yang datang ke Timika untuk melanjutkan sekolah, namun tidak sedikit yang akhirnya putus sekolah.

“Banyak anak-anak yang datang sekolah di Timika setelah lulus SMP, tapi akhirnya putus sekolah karena berbagai faktor lingkungan. Ada yang sakit, kecelakaan, bahkan terpengaruh alkohol. Banyak juga yang akhirnya kembali ke kampung,” katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membuka SMA di Agimuga sehingga para pelajar dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Selain pendidikan, pembangunan akses jalan yang menghubungkan Agimuga dengan Distrik Jila juga menjadi usulan penting karena dinilai dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Arianus menjelaskan Distrik Inauga memiliki delapan kampung yang masih membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur dasar. Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus bagi Agimuga yang diproyeksikan menjadi calon daerah pemekaran.

“Kalau kita bicara calon kabupaten, tentu sarana dan prasarana dasar harus dipersiapkan dari sekarang. Jangan sampai nanti jadi kabupaten tapi tidak punya fasilitas dasar,” ujarnya.

Selain infrastruktur, pemerintah distrik juga mengusulkan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat. Saat ini, kata Arianus, baru terdapat empat unit rumah yang direncanakan akan dibangun tahun ini.

“Perumahan juga sangat dibutuhkan. Tahun ini baru ada empat unit rumah yang akan dibangun, kami berharap ke depan bisa ditambah,” tambahnya.

Ia berharap usulan-usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar pembangunan di wilayah pedalaman, khususnya Agimuga, dapat berjalan lebih cepat dan merata.