Timika, Torangbisa.com – Sebanyak 280 usulan pembangunan dari 11 kelurahan dan 3 kampung di Distrik Mimika Baru berhasil dihimpun dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026.
Usulan tersebut kini telah dimasukkan ke dalam sistem dan akan diverifikasi oleh Bappeda untuk selanjutnya dibahas pada tingkat kabupaten.
Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, mengatakan seluruh usulan masyarakat yang disampaikan dalam Musrenbang telah dirangkum dan disepakati bersama untuk diajukan ke pemerintah kabupaten.
“Dari 11 kelurahan dan 3 kampung yang ada di Distrik Mimika Baru, total ada sekitar 280 usulan yang sudah kita masukkan ke dalam sistem. Selanjutnya akan diverifikasi oleh Bappeda dan tim asistensi,” kata Joel
Menurutnya, berbagai usulan tersebut merupakan kebutuhan riil masyarakat yang diharapkan dapat terakomodasi dalam program pembangunan pemerintah daerah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah kondisi sejumlah kantor kelurahan yang dinilai sudah tidak memadai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Ada beberapa kantor kelurahan yang sudah tidak layak lagi dipakai. Ruangannya terbatas, bahkan tempat parkir pun tidak ada, sementara masyarakat yang datang mengurus administrasi cukup banyak,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi prioritas utama dalam usulan masyarakat, khususnya terkait perbaikan jalan, drainase, serta normalisasi kali untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Joel menjelaskan, pihaknya juga mendapat arahan dari Dinas PUPR bahwa setiap usulan pembangunan infrastruktur harus disertai data teknis yang jelas, seperti panjang, lebar, serta ukuran drainase, jalan, maupun jembatan yang diusulkan.
“Jadi nanti kita akan lengkapi lagi datanya. Misalnya jalan yang belum diaspal, berapa kilometer panjangnya, drainase berapa meter, jembatan berapa panjang dan lebarnya. Data itu penting supaya bisa menjadi dasar evaluasi bagi dinas teknis,” ujarnya.
Selain infrastruktur, program rumah layak huni serta penanganan kebersihan kota juga menjadi fokus perhatian pemerintah distrik.
Ia menilai persoalan sampah dan kebersihan lingkungan saat ini sangat berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, sehingga perlu penanganan serius dari semua pihak.
“Kita sekarang lebih fokus juga pada kebersihan kota dan pengelolaan sampah. Ini menyangkut langsung dengan kehidupan masyarakat, lingkungan, dan kesehatan,” katanya.
Joel juga menyinggung program penyediaan air bersih yang saat ini masih dalam tahap pelaksanaan lanjutan melalui koordinasi dengan Dinas PUPR.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah, seperti lampu jalan dan instalasi air bersih.
“Kami harap masyarakat juga ikut menjaga fasilitas yang sudah dipasang, seperti lampu jalan atau keran air. Jangan dirusak karena itu dipasang untuk kepentingan masyarakat sendiri,” tegasnya.
Ia berharap usulan-usulan prioritas yang telah disampaikan melalui Musrenbang dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang sangat dibutuhkan masyarakat semoga bisa diprioritaskan. Kalau belum bisa semua, mungkin bisa dimasukkan ke program jangka menengah atau jangka panjang,” pungkasnya.

















