Kabar Kampung

Kadistrik Miru Tegaskan Jam Buang Sampah dan Jemput Bola Pelayanan

×

Kadistrik Miru Tegaskan Jam Buang Sampah dan Jemput Bola Pelayanan

Sebarkan artikel ini
Joel Daniel Luhukay Sampaikan Imbauan Pengelolaan Sampah Usai Musrenbang Kelurahan Kebun Sirih (Foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, menegaskan pentingnya penataan sistem pelayanan kebersihan guna menekan potensi banjir dan meningkatkan efisiensi layanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media di sela kegiatan Musrenbang Kelurahan Kebun Sirih yang berlangsung di Kelurahan Koperapoka, Selasa (03/03/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Joel menjelaskan, wilayah Distrik Mimika yang cukup luas menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kebersihan. Karena itu, pihaknya akan memperluas jangkauan layanan dengan sistem “jemput bola” agar masyarakat tidak perlu lagi membuang sampah sembarangan.

“Kita wilayahnya luas, jadi pelayanan harus kita dekatkan. Kalau ada sampah di rumah, masyarakat cukup taruh di depan rumah lalu telepon petugas, nanti kami jemput. Tidak perlu lagi buang sembarang tempat,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu penyebab utama banjir saat musim hujan adalah kebiasaan membuang sampah di selokan, drainase, dan kali.

“Kalau hujan terjadi banjir, itu karena saluran tersumbat sampah. Dampaknya masyarakat sendiri yang kena. Jadi jangan salahkan pemerintah kalau kita sudah buat drainase tinggi dan baik, tapi tersumbat karena sampah,” tegasnya.

Joel juga kembali mengingatkan jam buang sampah yang telah ditetapkan, yakni mulai pukul 18.30 WIT hingga pukul 05.00 WIT.

“Jam buang sampah itu dari setengah tujuh malam sampai jam lima pagi. Supaya siang hari tidak ada lagi sampah yang berserakan,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memilah sampah dari rumah sebelum dibuang. Ia menilai kesadaran masyarakat masih perlu terus ditingkatkan melalui sosialisasi rutin.

Terkait usulan warga mengenai penambahan fasilitas tempat sampah dan mobil pengangkut di titik tertentu, Joel menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Itu aspirasi masyarakat. Nanti kita koordinasikan dengan DLH, mungkin karena wilayah luas, bisa saja kita titip satu unit di titik yang dianggap strategis,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan pembersihan lingkungan kini rutin dilakukan setiap pekan dengan melibatkan RT, pegawai distrik, dan petugas kebersihan. Program tersebut dilakukan bergiliran di setiap kelurahan.

“Kita sudah planning tiap minggu turun bersih-bersih di kelurahan. Respon masyarakat cukup baik, bahkan ada yang minta dipasang spanduk larangan buang sampah sembarangan, dan itu akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Joel berharap melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, persoalan sampah dan banjir di wilayah Distrik Mimika dapat diminimalisir demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.