Timika, Torangbisa.com – Situasi keamanan di Kota Timika memanas pada Senin malam (23/2/2026) sekitar pukul 19.37 WIT. Aksi bakar ban dan pemalangan jalan terjadi setelah sejumlah toko emas di kota tersebut tidak melayani penjualan sejak Minggu, 22 Februari 2026.
Penutupan toko emas itu memicu kekecewaan sekelompok pendulang emas tradisional yang kemudian melakukan aksi protes. Massa sempat memalang jalan dan membakar ban di beberapa titik.
Sekitar pukul 19.36 WIT, situasi di lokasi kejadian mulai tidak kondusif. Massa dilaporkan melakukan pelemparan batu ke arah toko emas.
Aparat keamanan yang berjaga di lokasi segera mengambil langkah pengamanan dengan melepaskan tembakan peringatan serta gas air mata untuk membubarkan massa.
Tak berselang lama, aksi kembali berlanjut. Massa melakukan pemalangan menggunakan kayu di Jalan Bougenville dan Jalan Leo Mamiri.
Ketegangan meningkat setelah sebagian massa kembali melakukan tindakan anarkis dengan melempari aparat keamanan.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Mimika, AKP Hendri Korwa, mengatakan pihaknya telah berupaya mengendalikan situasi dan mendorong massa untuk kembali ke tempat masing-masing.
“Kita sudah mendorong masyarakat yang tadi ribut di sini supaya kembali ke tempat masing-masing. Terkait toko emas yang tutup, tadi siang sudah ada upaya kita untuk mempertemukan. Malam hari kami mendapat informasi dari anggota bahwa kembali terjadi bakar ban dan pemalangan jalan,” ujarnya.
Terkait adanya korban maupun pihak yang diamankan dalam aksi tersebut, AKP Korwa menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Kami akan mengecek ke Polsek dan RSUD terkait kondisi korban. Untuk anggota juga akan kami cek setelah konsolidasi, karena sebagian anggota masih melakukan patroli,” tambahnya.















