Timika, Torangbisa.com – Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika turut ambil bagian dalam penyedia layanan kesehatan gratis pada Festival Pasar Imlek.
Dokter RSMM, Supriadi, menyampaikan bahwa Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) turut ambil bagian dalam kegiatan Pasar Imlek yang digelar di Timika, Senin (16/02/2026), dengan menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Supriadi menjelaskan, bentuk kerja sama antara RSMM dan PMI dalam kegiatan tersebut adalah dengan menurunkan sejumlah tenaga medis, mulai dari petugas laboratorium, perawat, hingga satu dokter yang bertugas langsung di lokasi.
“Di sini kami menyediakan beberapa teman dari bagian laboratorium, beberapa perawat, dan satu dokter, yaitu saya sendiri. Kami bekerja sama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Adapun layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah sewaktu, serta pemeriksaan asam urat.
Setelah pemeriksaan dilakukan, tim medis akan mengevaluasi hasilnya untuk mengetahui apakah kadar yang diperiksa berada dalam batas normal atau tidak.
Selain pemeriksaan kesehatan, RSMM bersama PMI juga membuka layanan donor darah bagi pengunjung Pasar Imlek.
Namun demikian, terdapat beberapa calon pendonor yang terpaksa dibatalkan keikutsertaannya karena tidak memenuhi syarat medis.
“Kendala sejauh ini ada beberapa yang kami batalkan untuk donor darah karena riwayat malaria dalam dua sampai tiga bulan terakhir. Kami mencari darah yang benar-benar aman. Selain itu, untuk usia di atas 60 tahun juga tidak kami terima sebagai pendonor,” jelasnya.
Supriadi menilai antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan di Pasar Imlek sangat tinggi. Bahkan, antrian pemeriksaan sempat membludak karena banyak warga, khususnya orang dewasa dan lanjut usia, yang ingin memeriksakan kesehatannya.
“Antusiasnya luar biasa. Tadi sampai bertumpuk antriannya karena ramainya masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan,” katanya.
Ia berharap kegiatan pelayanan kesehatan seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan, mengingat kebutuhan darah di rumah sakit masih kerap mengalami kekurangan meskipun kegiatan donor darah sudah cukup sering dilakukan.
“Harapannya kegiatan seperti ini sering-sering dilakukan. Karena walaupun sudah banyak donor darah, kadang rumah sakit masih kekurangan. Begitu juga dengan pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat, itu penting sebagai standarisasi untuk melihat potensi penyakit ke depannya,” tutupnya.















