Timika, Torangbisa.com – Ketua LPTQ Kabupaten Mimika, Drs. Muh. Darwin, menegaskan pentingnya pembentukan LPTQ di tingkat distrik sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi dan pembinaan tilawatil Qur’an secara berjenjang.
Dalam sambutannya, Darwin mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 20 hingga 30 tahun LPTQ berjalan di Mimika, kepengurusan hanya terbentuk di tingkat kabupaten dan belum pernah dibentuk di tingkat distrik.
“Selama ini LPTQ berjalan hanya di tingkat kabupaten. Baru pada tahun 2025, melalui rapat di Nabire bersama LPTQ se-Papua Tengah, diputuskan bahwa mulai tahun 2025 dan seterusnya struktur LPTQ harus dikembalikan sesuai ketentuan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa struktur LPTQ mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 1977 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 151 Tahun 1977, yang mengatur pembentukan LPTQ secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga distrik, bahkan desa.
Menurutnya, tujuan pembentukan struktur berjenjang ini adalah agar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dimulai dari tingkat desa, kemudian berlanjut ke tingkat distrik, kabupaten, hingga provinsi.
“Perwakilan desa akan bertanding di tingkat distrik, lalu dari distrik bertanding di tingkat kabupaten. Juara kabupaten nantinya akan dikirim ke MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.
Darwin menyebutkan, pada tahun ini terdapat lima distrik yang akan berpartisipasi dalam MTQ tingkat Kabupaten Mimika, yakni Distrik Tiwaka, Distrik Kuala Kencana, Distrik Mimika Baru, Distrik Kwamki Narama, dan Distrik Mimika Timur.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Mimika mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah untuk tiga agenda besar, yakni MTQ tingkat kabupaten, MTQ tingkat provinsi Papua Tengah, serta agenda pembinaan lainnya.
“Tahun ini Mimika mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Kita harus menunjukkan bahwa kita bukan hanya sukses dalam prestasi, tetapi juga sukses dalam penyelenggaraan,” tegasnya.
Darwin berharap pemerintah distrik dapat menjadi pilar utama dalam mendukung dan menyosialisasikan kegiatan LPTQ kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi ulang TPQ dan TPA di setiap wilayah sebagai bagian dari pembinaan dari akar rumput.
“Kita tidak hanya fokus pada pelaksanaan MTQ, tetapi juga pembinaan. Seluruh TPQ dan TPA harus didata dan diverifikasi kembali agar pembinaan berjalan maksimal,” tambahnya.
Ia menargetkan pada tahun 2027 mendatang, LPTQ tingkat distrik sudah dapat mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada LPTQ kabupaten.
Menutup sambutannya, Darwin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah distrik yang selama ini telah mendukung berbagai kegiatan LPTQ. Ia berharap sinergi antara LPTQ dan pemerintah daerah terus terjalin demi kemajuan syiar Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Kabupaten Mimika.















