Timika, Torangbisa.com – Komisi III DPRK Mimika menggelar pertemuan internal perdana ditahun 2026 untuk membahas terkait rencana kerja diawal tahun, yang dilaksanakan di ruang pertemuan Komisi III DPRK Mimika, Selasa (3/2/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Hafur, Wakil Ketua Komisi III, Adolf Omaleng, dan para anggota, Herman Tangkepare, Benyamin Sarira, Rampeani Rachman, Dominggus Kapiyau, Frederina Matirani.
Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur mengatakan, pertemuan yang dilaksanakan merupakan rapat perdana ditahun 2026 untuk membahas terkait beberapa agenda Komisi III diawal tahun 2026.
“Memang Komisi III prinsipnya bahwa sesuai dengan agenda Bamus DPRK Mimika, bahwa agenda pertama itu adalah MCU,” kata Herman Gafur usai pertemuan, Selasa (3/2/2026).
Herman menjelaskan, agenda pertama yang akan dilaksanakan ialah pemeriksaan kesehatan bagi seluruh anggota DPRK Mimika, namun masih menunggu konfirmasi dari pimpinan DPRK Mimika terkait pelaksanaannya yang rencananya akan melakukan pertemuan dengan pihak ketiga.
“Untuk memastikan kondisi kesehatan teman-teman (Anggota DPRK) semuanya sesuai dengan harapan,” jelas Herman.
Setelah MCU, Lanjut Herman, Komisi III akan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah OPD yang merupakan Mitra kerja untuk memastikan program-program di masing-masing OPD berjalan sesuai dengan harapan, sekaligus untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan juga pengawasan.
“Kami akan melaksanakan kunker Komisi III ke mitra-mitra kami di OPD-OPD yang ada untuk memastikan bahwa program-program mereka sesuai dengan harapan masyarakat,” jelas Herman.
Herman menambahkan, Mitra kerja dari Komisi III sebanyak 23 OPD, namun fokusnya saat ini OPD yang sudah memiliki pimpinan definitif. Diantaranya, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Pemuda dan Olahraga, tapi kita akan tambahkan seperti perpustakaan, pemberdayaan masyarakat dan kampung, dinas ketenagakerjaan, OPD-OPD ini yang menjadi atensi kami yang menjadi OPD-OPD prioritas.
“Mitra kita ada 23 OPD, tapi kita fokus atau prioritas bagi OPD-OPD yang pimpinannya sudah definitif,” ungkapnya.
Kendati demikian, ada 2 OPD yang menjadi fokus utama, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.
Hal tersebut yang menjadi atensi dari semua teman-teman (Komisi III) pada saat pertemuan.
“Kenapa kita lakukan seperti ini, supaya pada saat kami lakukan pengawasan nantinya, atau kunjungan kerja betul-betul kami by data, tidak ada persoalan-persoalan yang ada dari sekolah maupun kesehatan,” ungkapnya.














