Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Distrik Mimika Baru terus menggencarkan berbagai program penataan lingkungan guna mencegah banjir dan menciptakan kawasan yang bersih dan tertata.
Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, saat ditemui di Kantor Distrik Mimika Baru, Selasa (20/1/2026).
Joel menjelaskan, sejumlah program lanjutan telah mulai dijalankan dengan turun langsung ke lapangan, termasuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa kelurahan.
Salah satunya adalah sidak kebersihan di Pasar Sentral yang difokuskan pada penanganan sampah dan evaluasi kinerja pihak ketiga dalam pengelolaan sampah pasar.
“Kami sudah turun langsung dan berdiskusi. Harapannya ke depan penanganan sampah bisa dibenahi sehingga tidak ada lagi sampah yang tercecer di area pasar,” ujar Joel.
Selain pasar, Distrik Mimika Baru juga menindaklanjuti persoalan banjir yang menjadi pekerjaan rumah sejak tahun lalu.
Pihak distrik telah turun ke Kelurahan Pasar Sentral dan Kelurahan Kebun Sirih untuk menyelesaikan sengketa lahan yang menghambat penyaluran drainase menuju kali.
“Permasalahan drainase yang sempat terhambat karena sengketa tanah sudah kami selesaikan. Sekarang sudah aman, dan ke depan kami akan terus melihat apa saja yang perlu dibenahi agar banjir tidak terulang,” jelasnya.
Joel menegaskan, persoalan banjir bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
Menurutnya, banjir kerap terjadi akibat rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Air tergenang karena drainase tersumbat sampah. Sampah masuk ke selokan, got, bahkan tertahan di tiang-tiang rumah yang dibangun di atas kali, akhirnya air meluap kembali ke rumah warga,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Distrik Mimika Baru telah menetapkan program kerja bakti rutin dua kali dalam sebulan, yakni pada minggu pertama dan minggu ketiga, yang melibatkan seluruh kelurahan dan kampung di wilayah Distrik Mimika Baru.
Selain itu, pemerintah distrik juga mengoptimalkan layanan pengangkutan sampah. Masyarakat diminta membuang sampah pada tempat yang telah disiapkan atau meletakkannya di depan rumah untuk dijemput petugas.
“Kami punya empat armada mobil sampah. Warga cukup menaruh sampah di depan rumah atau menghubungi lurah, nanti armada bank sampah akan menjemput sampai ke lorong-lorong,” kata Joel.
Ia juga mencontohkan pembersihan kali di RT 8 Koprapoka yang sempat tersumbat parah akibat tumpukan sampah. Namun, diakuinya masih ada beberapa titik selokan yang sulit dibersihkan karena tertutup beton berat di badan jalan dan trotoar.
“Tahun ini kami upayakan menggunakan alat berat agar penutup selokan bisa diangkat dan dibersihkan secara menyeluruh,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga lingkungan menjadi bersih, drainase lancar, dan risiko banjir dapat ditekan secara berkelanjutan.















