Kesehatan

Mimika Selangkah Menuju Bebas Kaki Gajah, Lulus Transmisi Survei Tahap Pertama

×

Mimika Selangkah Menuju Bebas Kaki Gajah, Lulus Transmisi Survei Tahap Pertama

Sebarkan artikel ini
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin. Saat ditemui awak media (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam upaya eliminasi penyakit filariasis atau kaki gajah. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (PzM) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, dalam keterangannya di Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Selasa (20/1/2026).

Kamaludin menjelaskan, Mimika sebelumnya telah melaksanakan Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis selama lima tahun.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Setelah program tersebut selesai, dilakukan evaluasi untuk menilai apakah masih ditemukan mikrofilaria (cacing filaria) dalam darah masyarakat.

“Pada tahun 2024, alhamdulillah Mimika mendapatkan tiket untuk mengikuti Transmisi Asesmen Survei (TAS). Survei ini bertujuan memastikan apakah masih terjadi penularan filariasis di masyarakat atau tidak,” jelas Kamaludin.

Dalam pelaksanaan TAS tahap pertama pada Februari 2025, Dinas Kesehatan Mimika menargetkan pemeriksaan terhadap 3.150 orang yang tersebar di 30 lokasi, baik kampung maupun wilayah permukiman besar. Namun, dari target tersebut berhasil diperiksa sebanyak 3.080 orang.

“Prosesnya tidak mudah, terutama di wilayah perkotaan. Banyak warga yang sudah berpindah tempat tinggal sehingga membutuhkan waktu dan tenaga untuk melacak sesuai kriteria umur dan lokasi yang telah ditentukan. Peserta tidak boleh diganti, sehingga data benar-benar valid,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan enam orang positif mikrofilaria. Angka ini masih berada di bawah ambang batas maksimal, yakni 16 kasus. Dengan demikian, Kabupaten Mimika dinyatakan lulus TAS tahap pertama.

“Kalau hasilnya di atas ambang batas, kita harus mengulang POPM selama dua tahun. Namun syukur, Mimika lulus dengan enam kasus positif, dan semuanya sudah diberikan pengobatan,” kata Kamaludin.

Ia merinci, enam kasus positif tersebut ditemukan di beberapa wilayah, di antaranya Citra, Limau Asri, Pasar Sentral, dan Distrik Kwamki Narama.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan surveilans secara berkelanjutan untuk mendeteksi dini jika ada kasus baru.

Ke depan, Mimika akan kembali menjalani TAS tahap kedua pada tahun 2027 di 30 lokasi berbeda dengan responden yang diacak ulang. Jika kembali lulus, penilaian selanjutnya akan dilakukan pada tahun 2029.

“Apabila semua tahapan ini berhasil dilalui, maka pada tahun 2030 Kabupaten Mimika berpeluang besar mendapatkan sertifikat bebas filariasis,” pungkas Kamaludin.

Meski optimistis, Dinas Kesehatan Mimika menegaskan tetap melakukan pengawasan aktif, termasuk pemeriksaan dan pengobatan bagi warga yang dicurigai terinfeksi, sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari bahaya penyakit kaki gajah yang sering tidak terdeteksi pada tahap awal.