Timika, Torangbisa.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyatakan situasi kasus HIV/AIDS di wilayah Mimika masih dalam kondisi terkendali, meskipun jumlah temuan kasus baru menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Kamaludin, saat ditemui awak media, Selasa (20/01/2026).
Kamaludin mengungkapkan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 451 pasien HIV baru, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 489 kasus.
Menurutnya, peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah pemeriksaan atau tes HIV yang dilakukan.
“Kasus yang kita temukan ini naik karena memang jumlah tes juga meningkat. Jadi semakin banyak yang diperiksa, maka kasus yang terdeteksi juga bertambah,” jelas Kamaludin.
Ia menerangkan, pemeriksaan HIV dilakukan terhadap berbagai kelompok sasaran, mulai dari pasien tuberkulosis (TBC), masyarakat umum, hingga populasi kunci seperti pekerja seks.
Seluruh pasien TBC, kata dia, wajib menjalani tes HIV karena TBC merupakan penyakit penyerta (komorbid) yang paling sering menyerang pasien HIV.
“TBC itu komorbid utama HIV. Pasien HIV yang tidak rutin minum obat antiretroviral (ARV) sangat rentan terkena TBC, dan kebanyakan kematian pasien HIV disebabkan oleh TBC,” tegasnya.
Dalam upaya pencegahan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus melakukan berbagai langkah, di antaranya promosi kesehatan, distribusi kondom, serta pelaksanaan program PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), yaitu konsumsi obat sebelum berhubungan seksual untuk mencegah penularan HIV. Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi juga telah diberikan ke sekolah-sekolah sejak tahun 2025.
Terkait angka kematian, Kamaludin menyebutkan bahwa pada tahun 2024 tercatat sebanyak 25 pasien HIV meninggal dunia, sementara pada tahun 2025 hingga pertengahan tahun tercatat 10 kematian, meski data tersebut masih menunggu pembaruan laporan resmi.
Meski demikian, Kamaludin menegaskan bahwa laju penularan HIV di Mimika masih relatif stabil dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
Angka prevalensi dinilai masih dapat dikendalikan, meskipun lebih tinggi dibandingkan beberapa kabupaten lain di Papua.
“Kalau dilihat lajunya, masih sekitar 1 sampai 2, tidak melonjak. Jadi sebenarnya masih terkendali, walaupun memang angkanya lebih besar dibandingkan beberapa daerah lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar penularan HIV di Mimika masih didominasi oleh faktor perilaku seksual berisiko. Namun, terdapat pula kasus yang menimpa ibu rumah tangga akibat tertular dari pasangan.
“Kembali ke perilaku masing-masing. Kalau perilakunya baik, risikonya bisa ditekan. Karena faktor terbesar tetap perilaku seksual,” pungkas Kamaludin.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menargetkan pemeriksaan HIV terhadap 39.944 orang, namun realisasinya justru mencapai 58.220 orang, jauh melampaui target.
Dari jumlah tersebut, ditemukan 489 kasus HIV baru, yang kini seluruhnya telah masuk dalam penanganan layanan kesehatan.











