Kesehatan

Gaya Hidup Jadi Pemicu, Hipertensi Mulai Menyerang Generasi Muda Timika

×

Gaya Hidup Jadi Pemicu, Hipertensi Mulai Menyerang Generasi Muda Timika

Sebarkan artikel ini
Kepala Puskesmas Timika, dr. Moses Untung (foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Puskesmas Timika mencatat sepuluh besar penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah kerjanya masih didominasi oleh penyakit menular seperti malaria, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan tuberkulosis.

Namun, perhatian serius kini juga tertuju pada meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama hipertensi.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Kwamki baru, dr. Mozes Untung, saat ditemui di Puskesmas Kwamki Baru, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa tren peningkatan PTM, khususnya hipertensi, kini mulai banyak menyerang kelompok usia muda.

“Kasus hipertensi sekarang tidak hanya dialami oleh orang tua, tetapi sudah banyak ditemukan pada usia muda. Ini sangat berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat,” ujar dr. Mozes.

Melalui program Medical Check Up (MCU), Puskesmas Timika telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 2.000 orang masyarakat berusia di atas 18 tahun.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa permasalahan terbesar adalah gangguan metabolik yang belum berkembang menjadi penyakit, namun sudah masuk dalam kategori faktor risiko atau kondisi pra-penyakit.

“Kondisi ini memang belum menjadi penyakit, tetapi jika tidak dikendalikan, sangat berpotensi berkembang menjadi diabetes, hipertensi, dan penyakit degeneratif lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, Puskesmas Timika mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pola hidup sehat dengan lebih aktif bergerak, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta mengurangi konsumsi makanan manis, berlemak, dan cepat saji.

Selain itu, Puskesmas Timika juga terus melakukan upaya deteksi dini terhadap faktor risiko PTM di tengah masyarakat.

Menurut dr. Mozes, penyakit diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga stroke.

“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” pungkasnya.