Pemerintahan

Luncurkan Program Bank Sampah, Bupati Rettob: Ubah Sampah Jadi Uang

×

Luncurkan Program Bank Sampah, Bupati Rettob: Ubah Sampah Jadi Uang

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob saat membuka launching Clean Friday (foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam menciptakan Mimika yang bersih semakin nyata melalui bank sampah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengungkapkan bahwa program ini akan dimulai dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah, untuk mengedukasi para siswa tentang bagaimana mengelola sampah menjadi sumber penghasilan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Kami akan buka bank-bank sampah yang dibiayai oleh pemerintah dan bekerja sama dengan Bank BNI 46. Di sana, anak-anak bisa menjual sampah seperti botol, plastik, dan kertas, lalu ditukar dengan uang. Minimal bisa jadi uang jajan,” ujar Bupati.

Menurutnya, bank sampah akan ditempatkan di setiap kelurahan dan kampung, dan setiap wilayah diminta menyiapkan lokasi penampungan sampah berukuran sedang. Sampah yang sudah dikumpulkan akan dibeli dan diangkut oleh mitra pengelola.

“Kita ubah pola pikir dari ‘angkat, kumpul, buang’ menjadi ‘angkat, kumpul, olah’. Sampah bukan lagi dibuang, tapi dimanfaatkan,” tegasnya.

Program ini ditargetkan mulai berjalan pertengahan bulan depan, dan akan terus disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Distrik Wania, Merlin Temorubun mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika.

“Kami sangat bangga distrik kami, terutama Kelurahan Wonosari Jaya, menjadi lokasi pertama peluncuran Bank Sampah. Kehadiran bapak Bupati memberi semangat baru bagi kami, dari masyarakat RT hingga tingkat distrik,” ujarnya.

Kesehatan

“Sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, kedudukan Posyandu kini semakin kuat karena telah diatur secara resmi dalam kelembagaan desa dan kelurahan. Posyandu adalah mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kambu.