Sosial

Pemkab Mimika Diharapkan Realisasi Pengaspalan Jalan Utama dan Pembangunan Rumah Layak Huni di Kampung Mawokaow Jaya

×

Pemkab Mimika Diharapkan Realisasi Pengaspalan Jalan Utama dan Pembangunan Rumah Layak Huni di Kampung Mawokaow Jaya

Sebarkan artikel ini
Jalan utama menuju pusat pelayanan masyarakat dan Pemerintah Kampung yang belum diaspal (foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edison Rafra, menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika agar program pengaspalan jalan utama dan rumah layak huni di kampungnya dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah pada tahun 2025.

Pasalnya, usulan tersebut telah diajukan berulang kali sejak tahun 2020 namun belum membuahkan hasil. Artinya sudah 6 kali diusulkan saat Musrenbang, baik Musrenbang Kampung dan Distrik, namun hingga saat ini tidak pernah terealisasi.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Untuk aspal jalan tahun 2025 itu karena anggarannya besar, jadi masuk program pemerintah daerah. Di Mawokauw Jaya ini kita sudah usulkan pengaspalan jalan utama sejak 2020 sampai sekarang, sudah enam kali musrenbang tapi belum terealisasi,” ujar Edison, Jumat (25/4/2025).

Ia berharap di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang baru, aspirasi masyarakat bisa lebih diperhatikan, terutama pengaspalan jalan utama yang menghubungkan pusat pelayanan dan pemerintahan kampung.

Tak hanya jalan utama, Edison juga menyinggung soal pembangunan rumah layak huni bagi warga asli Papua yang juga telah diusulkan berkali-kali dalam forum musyawarah, namun tidak pernah terealisasi.

“Bukan hanya jalan utama, jalan perumahan juga kami sudah usulkan enam kali musrenbang, tapi hasilnya sama, belum ada realisasi,” tambahnya.

Edison mengaku pihak kampung sering kali hanya mendapat program-program sisa atau yang tidak dilaksanakan di tempat lain.

“Kampung ini tidak pernah dapat program murni. Biasanya hanya kegiatan sisa atau program yang ditolak di tempat lain baru dilaksanakan di sini,” jelasnya.

Terkait kondisi permukiman, Edison menyebutkan bahwa terdapat sekitar 20 kepala keluarga di Kampung Mawokauw Jaya yang masih menempati rumah tidak layak huni.

Dalam musrenbang terakhir, pihak kampung tidak mengusulkan pembangunan rumah baru, melainkan hanya merehabilitasi rumah yang ada, khususnya milik warga Orang Asli Papua (OAP).

“Yang kami usulkan untuk direhab saja. Apalagi kalau rumah itu milik OAP, kalau itu saja tidak disetujui, bagaimana dengan rumah milik pendatang?” ujarnya penuh keprihatinan.