Timika, Torangbisa.com – Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H., menyoroti konflik berkepanjangan yang terjadi di Distrik Kwamki Narama dan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat upaya perdamaian melalui peran pemerintah serta lembaga adat.
Hal tersebut disampaikan Kapolres saat memberikan keterangan kepada awak media di Mapolsek Kwamki Narama, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026).
Menurut Kapolres, konflik yang berlangsung selama kurang lebih delapan bulan itu telah menyebabkan 16 korban jiwa, termasuk seorang perempuan.
Meski demikian, dalam pandangan sebagian pihak yang terlibat konflik, korban perempuan tersebut tidak masuk dalam perhitungan adat yang mereka gunakan.
“Sepanjang konflik ini sudah ada 16 korban jiwa, termasuk satu orang perempuan. Konflik ini berlangsung sekitar delapan bulan,” ujar Kapolres.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan prosesi perdamaian adat sebagai upaya mengakhiri pertikaian antar kelompok. Namun, situasi kembali memanas akibat adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga bentrokan kembali terjadi.
“Kita sebelumnya sudah melaksanakan prosesi perdamaian, tetapi ada pihak-pihak yang kembali melakukan perang sehingga konflik berlanjut,” katanya.
Kapolres menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga adat.
Menurutnya, perlu adanya regulasi yang lebih tegas, termasuk peraturan daerah khusus yang mengatur hukum adat agar perang antarkelompok tidak lagi dijadikan jalan penyelesaian masalah.
“Ini seharusnya menjadi ranah pemerintah dan lembaga adat. Harus ada aturan atau perda khusus yang mengatur hukum adat sehingga masyarakat memahami bahwa perang dan pembunuhan tidak dibenarkan,” tegasnya.
AKBP Billyandha juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran agama.
“Dalam ajaran agama apa pun, membunuh tidak dibenarkan. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga perdamaian dan menghentikan konflik yang hanya membawa kerugian bagi masyarakat,” ujarnya.
Kapolres berharap hasil perdamaian yang telah disepakati dapat dihormati dan dijaga bersama demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Mimika, khususnya di wilayah Kwamki Narama.













img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />







