Kabar Kampung

Usulan Program Prioritas Saat Musrenbang Berupa Jembatan, Kesehatan, Pendidikan hingga Lapangan Terbang

×

Usulan Program Prioritas Saat Musrenbang Berupa Jembatan, Kesehatan, Pendidikan hingga Lapangan Terbang

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Jawame (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Distrik Tembagapura tahun 2026 menghasilkan sejumlah usulan yang lebih fokus pada Pendidikan Kesehatan dan Infrastruktur.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yaweme, mengatakan sebagian besar program yang diusulkan bukanlah hal baru. Usulan tersebut telah disampaikan dari tahun ke tahun, namun belum sepenuhnya terealisasi.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Program ini bukan baru. Dari tahun ke tahun selalu kami usulkan, tetapi belum juga terjawab. Namun sebagai masyarakat, kami tetap harus angkat terus karena itu kebutuhan dasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kewenangan realisasi program memang berada pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun masyarakat berharap ada perhatian serius terhadap kebutuhan mendesak di 13 kampung Distrik Tembagapura.

Thobias menyebutkan, prioritas utama masyarakat adalah pembangunan jembatan dan akses jalan penghubung antar kampung. Menurutnya, meskipun sebagian jalan setapak telah dibangun melalui dana desa, kondisinya belum memadai untuk menunjang mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.

Selain infrastruktur, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Ia menyoroti masih minimnya fasilitas pelayanan kesehatan di kampung-kampung yang letaknya jauh dan sulit dijangkau, seperti Baluni, Nosolanop, Minipondoroma, dan Jongkogoma.

“Setidaknya harus ada Pustu, Posyandu, atau pelayanan dasar kesehatan. Kampung-kampung itu sangat jauh dan sulit dijangkau,” katanya.

Di bidang pendidikan, Thobias mendorong ketersediaan fasilitas PAUD dan TK di kampung-kampung terpencil. Menurutnya, meski belum ada sekolah dasar, minimal pendidikan usia dini harus tersedia agar anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan dasar.

Persoalan lain yang disoroti adalah pembangunan lapangan terbang. Ia menjelaskan bahwa sebagian kampung memiliki akses yang sangat jauh dari lokasi lapangan terbang yang ada saat ini, sehingga menyulitkan mobilisasi masyarakat maupun distribusi barang kebutuhan pokok.

“Kalau lapangan terbangnya jauh dari kampung, masyarakat turun lalu harus jalan jauh lagi. Ini sangat menyulitkan. Pembangunan harus menyesuaikan dengan kondisi kampung,” tegasnya.

Thobias juga menyinggung tingginya biaya transportasi udara menggunakan pesawat carter atau helikopter untuk mengangkut barang. Biaya yang bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sekali angkut dinilai tidak sebanding dengan jumlah barang yang dibawa.

Karena itu, ia mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi dan usaha kecil. Menurutnya, jika koperasi yang ada mengalami stagnasi, pemerintah perlu hadir memberikan pembinaan dan dukungan modal awal agar usaha masyarakat bisa berkembang.

“Kalau sudah ada yang berjalan, dibina supaya berkembang. Kalau mati, pemerintah hadir untuk hidupkan kembali,” ujarnya.

Dari total 108 program yang diusulkan, Thobias menegaskan bahwa fokus utama tetap pada infrastruktur jembatan dan jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan dasar, serta pembangunan lapangan terbang.

Ia berharap pada periode kepemimpinan saat ini, usulan masyarakat dapat sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, sehingga minimal satu hingga dua program prioritas dapat direalisasikan.

“Saya yakin dan percaya, dengan visi misi yang ada, beberapa program ini bisa berjalan. Harapan kami, kali ini benar-benar ada realisasinya,” tutup Thobias.