Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Usai Bakar Batu di Kwamki Narama, Dua Kelompok Saling Lepas Panah

×

Usai Bakar Batu di Kwamki Narama, Dua Kelompok Saling Lepas Panah

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Kwamki Narama Ipda Adnan bersama aparat keamanan saat melakukan pengamanan (foto: Nando/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Tradisi bakar batu yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama berujung bentrok antar dua kelompok warga pada Sabtu sore.

Insiden ini dipicu kesalahpahaman saat prosesi adat berlangsung, hingga berujung aksi saling serang menggunakan panah.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, menjelaskan bahwa kegiatan bakar batu telah direncanakan beberapa hari sebelumnya dan berlangsung lancar sejak pagi hari. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIT dan berjalan aman hingga selesai makan bersama sekitar pukul 15.30 WIT.

“Setelah makan, ada tradisi buang suara. Dari situ salah satu kelompok bergerak ke arah atas, ke kubu lawan. Mungkin dianggap sebagai provokasi, sehingga pihak atas merespons dan terjadilah saling serang,” ungkapnya.

Bentrokan tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit. Kedua kelompok dilaporkan saling melepaskan panah, mengakibatkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Menurut Ipda Adnan, kelompok yang pertama bergerak berasal dari kubu bawah, tepatnya dari wilayah kios panjang.

Awalnya, kegiatan tersebut bertujuan sebagai ajang berkumpul keluarga sekaligus membahas rencana kepulangan anggota keluarga dari Tembagapura dan Puncak. Namun situasi berubah saat tradisi adat disalahartikan oleh pihak lain.

“Awalnya hanya kumpul keluarga, tapi situasi berkembang saat tradisi itu direspons berbeda oleh kelompok lain,” tambahnya.

Pasca kejadian, aparat kepolisian dari Polres Mimika bersama personel Brimob Batalion B langsung disiagakan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan konflik susulan.

Pihak kepolisian bersama kepala distrik dan tokoh setempat juga telah mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif.

Hingga kini, aparat masih berjaga di lokasi untuk memastikan keamanan serta mencegah meluasnya konflik antar warga.

Peristiwa

Puncak, Torangbisa.com – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Puncak berhasil menangkap seorang pria berinisial PW (32), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pembakaran fasilitas camp milik PT Unggul di Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Pada 11 Februari 2021.

Peristiwa

Maybrat, Torangbisa.com – Jumat, 16 Oktober 2026. Tim gabungan satgas TNI di maybrat yang terdiri dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V Satgas Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad, dan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB berhasil mendapatkan satu pucuk senjata laras panjang organik jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di wilayah Goa Ayata, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (16/10/2026).