TIMIKA, (Torangbisa.com) – Sosok Hajja Rampeani Rachman bukanlah nama baru bagi masyarakat Distrik Mimika Timur, khususnya warga Mapurujaya dan Kampung Kaugapu. Sebagai anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, ia dikenal aktif turun langsung ke lapangan dan kerap membantu warga dalam berbagai persoalan sosial.
Perempuan berdarah Maluku Utara itu diakui warga sering berada di barisan terdepan setiap kali muncul persoalan sosial di tengah masyarakat Kaugapu, Suku Kamoro.
Kedekatannya dengan warga pesisir membuat kehadirannya dinilai bukan sekadar sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat setempat.
Peran tersebut kembali terlihat saat terjadi aksi pemalangan jalan poros Mapurujaya, Selasa (24/2/2026).
Diketahui sebelumnya, warga memblokade jalan menggunakan batang pohon kelapa setelah empat ekor anjing milik mereka ditemukan mati, diduga akibat diracun (potas) oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa itu memicu kemarahan warga hingga melakukan aksi spontan di badan jalan.
Arus kendaraan dari kedua arah lumpuh total. Warga menaruh batang pohon dan bangkai anjing di tengah jalan sebagai bentuk protes, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan aktivitas masyarakat terganggu.
Sementara disi lain, berdasarkan keterangan Kepala Distrik Mimika Timur, persoalan kematian anjing tersebut hanya menjadi pemantik. Warga Kaugapu juga menuntut penyelesaian ganti rugi lahan senilai Rp8 miliar terkait status tanah di area tersebut.
Menanggapi situasi tersebut, Hajja Rampeani turun langsung menemui massa untuk berdialog dan menenangkan warga. Ia menegaskan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui musyawarah serta jalur resmi.
“Sebagai wakil rakyat dari Mimika Timur, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk hadir di tengah masyarakat. Kita cari solusi bersama agar tidak merugikan banyak pihak,” ujarnya.
Warga Kaugapu menyebut, kehadiran legislator perempuan ini sering menjadi penyejuk ketika terjadi gesekan sosial. Selain memperjuangkan aspirasi di lembaga legislatif, ia juga dikenal tidak segan membantu secara langsung ketika masyarakat membutuhkan.
Sebagai representasi perempuan di DPRK Mimika dari Dapil Mimika Timur, Hajja Rampeani diharapkan terus menjadi jembatan antara masyarakat adat, pemerintah, dan seluruh elemen daerah, serta mendorong penyelesaian persoalan secara adil demi menjaga stabilitas dan kesejahteraan warga Mimika Timur.















