Timika, Torangbisa.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Kabupaten Mimika resmi berakhir dengan terpilihnya Bambang Budiarto sebagai Ketua KKMU periode 2026–2030.
Bambang Budiarto mengungkapkan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Maluku Utara di Mimika untuk menjadi ketua terpilih.
“Terima kasih rekan-rekan. Pada hari ini sudah selesai Musda ke-6 KKMU. Semua berjalan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan. Kami akan mempersiapkan diri untuk pelantikan, nanti akan dirapatkan kembali jadwalnya,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan KKMU ke depan semakin solid dan mampu mempererat kebersamaan antaranggota.
Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun organisasi yang kuat.
“Semoga KKMU ke depan lebih solid, lebih terjalin kebersamaan, sehingga KKMU bisa bersanding dengan kerukunan-kerukunan lain yang ada di Kabupaten Mimika,” katanya.
Bambang juga menegaskan bahwa ia berkomitmen untuk menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, ia mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara di Mimika untuk bersama-sama mendukung kepengurusan baru, termasuk dalam menyukseskan agenda pelantikan yang direncanakan setelah bulan suci Ramadhan.
Terkait visi dan misi, Bambang menjelaskan bahwa warga Maluku Utara di Mimika berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan. Karena itu, pihaknya akan menggelar rapat kerja (raker) guna mengevaluasi serta merumuskan program-program prioritas ke depan.
“Kami akan melaksanakan raker untuk melihat program-program pada periode sebelumnya yang belum berjalan, akan kami rampungkan kembali. Supaya empat tahun ke depan ini lebih bagus, lebih baik, dan lebih rapi secara administrasi,” jelasnya.
Selain fokus pada penguatan internal organisasi, Bambang juga mendorong seluruh masyarakat Maluku Utara untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam berbagai momentum, baik kegiatan keagamaan, sosial, maupun pembangunan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dengan seluruh elemen masyarakat Mimika, termasuk masyarakat adat setempat seperti Komoro dan Amungme.
“Kita harus bergandengan tangan dalam setiap kegiatan demi pembangunan Mimika yang kita cintai,” pungkasnya.















