“Berita itu HOAX dan tidak benar sama sekali. TNI tidak melakukan pembongkaran maupun pembakaran rumah warga, apalagi mengubahnya menjadi Pos TNI. Isu-isu seperti aparat TNI mengancam warga, menjadikan gereja sebagai Pos TNI, menembak ternak, dan merampas hasil kebun warga adalah berita bohong yang sengaja disebarkan untuk menyesatkan masyarakat,” tegas Kapendam saat dikonfirmasi.
Ia juga menjelaskan bahwa justru kehadiran TNI untuk melindungi masyarakat dan membantu penegakan hukum dari aksi teror yang dilakukan oleh gerombolan OPM.
“OPM selama ini selalu melakukan aksi teror, mengancam, bahkan membunuh masyarakat sipil dan aparat keamanan TNI/Polri. Mereka juga kerap membakar fasilitas umum, sekolah, dan rumah warga. TNI hadir untuk mengamankan situasi dan melindungi warga,” imbuhnya.
