Timika, Torangbisa.com – SMK PK Negeri 1 Teknologi Rekayasa Mimika melaksanakan kegiatan studi tiru ke wilayah Jawa dengan mengirimkan lima siswa Orang Asli Papua (OAP) bersama tiga guru pendamping.
Pelepasan rombongan berlangsung di Bandara Mozes Kilangin Timika, Minggu (18/01/2026).
Kegiatan studi tiru ini dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, terhitung sejak 18 hingga 28 Januari 2026. Rombongan akan mengunjungi enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), satu Politeknik, serta satu Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di Surabaya, Malang, dan Solo.
Kepala SMK PK Negeri 1 Teknologi Rekayasa Mimika, Drs. Selsius E. Aron, M.Pd, menjelaskan bahwa siswa yang diberangkatkan merupakan siswa terpilih dari berbagai jurusan yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik yang baik.
Menurut Aron, terdapat sejumlah fokus utama yang akan dipelajari dalam kegiatan tersebut, di antaranya implementasi pelaksanaan EVARD, pengembangan usaha sesuai kompetensi keahlian siswa, proses pembelajaran di kelas dan bengkel, manajemen sekolah berbasis digital atau IT, serta mekanisme BLK dalam menyalurkan tenaga kerja hingga ke luar negeri.
“Kegiatan ini bertujuan agar siswa OAP mendapatkan gambaran tentang arah dan proyeksi masa depan mereka, sehingga menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat dan prestasi belajar,” ujar Aron.
Ia menambahkan, sebelumnya pihak sekolah juga telah melaksanakan pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang bagi 10 siswa.
Studi tiru ke Jawa ini merupakan kelanjutan dari program tersebut, guna membuka peluang kerja ke luar negeri bagi siswa yang memenuhi kriteria.
“Sehingga siswa ini kita antar ke Jawa untuk melihat langsung enam SMK, satu Politeknik, dan BLK Surabaya. Harapannya mereka memperoleh wawasan yang cukup, memiliki arah masa depan yang jelas, dan mampu membagikan informasi tersebut kepada teman-teman mereka di sekolah,” tambahnya.
Selain itu, rombongan juga akan mempelajari pelaksanaan Teaching Factory (TEFA), implementasi pembelajaran deep learning, serta program persiapan kerja luar negeri secara menyeluruh.
Lebih lanjut, Aron menegaskan bahwa revitalisasi SMK di Timika memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di daerah.
Peningkatan kualitas pendidikan kejuruan diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
“Dengan revitalisasi SMK, lulusan akan lebih siap bersaing sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.















