Scroll untuk baca artikel
Berita Lokal

Setelah Kemarau Panjang, Hujan Kembali Basahi Ibu Kota Morotai

×

Setelah Kemarau Panjang, Hujan Kembali Basahi Ibu Kota Morotai

Sebarkan artikel ini
Tampak suasana hujan di Pulau Morotai (Foto: Istimewa)

Morotai, Torangbisa.com — Setelah sekian lama dinantikan, hujan akhirnya kembali membasahi pusat ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Jumat malam (16/10/2026).

Turunnya hujan membawa kelegaan bagi warga yang selama berbulan-bulan menghadapi kondisi kering akibat minimnya curah hujan. Namun, bagi sebagian warga, hujan yang datang malam ini belum mampu mengembalikan tanaman yang telanjur mati akibat kemarau panjang.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Mutia, salah seorang warga di Kompleks Asam Jawa, Desa Gotalamo, mengaku bersyukur ketika hujan kembali turun. Ia menceritakan bahwa sejumlah tanaman yang ditanam di samping rumahnya telah mati karena kekurangan air selama musim kemarau.

“Syukur alhamdulillah, hari ini sudah hujan,” ungkap Mutia, Jumat malam.

Meski demikian, rasa syukur itu bercampur dengan kekecewaan karena tanaman yang selama ini dirawat tidak mampu bertahan menghadapi kondisi cuaca kering.

Fenomena El Niño turut menjadi perhatian dalam perkembangan iklim tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Mei 2026 telah mencatat kondisi El Niño dan memprakirakan fenomena tersebut berkembang pada periode Mei–Juli 2026.

Dengan demikian, pada pertengahan Oktober, kondisi El Niño telah menjadi perhatian selama sekitar lima bulan sejak indikasi awalnya terpantau.

BMKG juga memprakirakan musim kemarau 2026 di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Puncak kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Agustus 2026, sementara sebagian wilayah Maluku Utara diprakirakan mengalami puncak kemarau pada September.

Kembalinya hujan di pusat ibu kota Morotai pada Jumat malam ini menjadi kabar melegakan bagi warga yang terdampak kekeringan. Namun, hujan yang turun dalam satu malam belum serta-merta menandakan kemarau telah berakhir.

Warga masih berharap hujan kembali turun secara berkelanjutan agar kondisi tanah kembali lembap dan tanaman yang masih bertahan dapat tumbuh dengan baik.