Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Jefry Deda, mengungkapkan bahwa produksi sampah di Mimika mencapai 96 ton per hari, namun hanya 89 ton yang mampu diangkut oleh DLH setiap harinya. Sisanya, sekitar 6 ton lebih, belum tertangani karena keterbatasan fasilitas dan anggaran.
“DLH ini menangani seluruh distrik, bukan hanya kota Timika. Sampah dari daerah seperti Poumako, pelabuhan, wisata mangrove, Miktim, hingga Brigif tetap harus kami tangani,” kata Jefry kepada Torangbisa.com, Rabu (9/7/2025).
Saat ini DLH Mimika hanya memiliki 20 truk pengangkut, dan beberapa di antaranya sudah dalam kondisi ambrol atau rusak.
Untuk mengatasi backlog pengangkutan sampah, DLH telah mengusulkan penambahan tiga unit truk beserta 21 tenaga kerja tambahan (masing-masing truk memerlukan satu sopir dan enam pengangkut).
Sebagai langkah darurat, Jefry mengatakan sementara ini pengelolaan sampah di lokasi-lokasi seperti pelabuhan dan mangrove dilakukan secara mandiri oleh pihak-pihak terkait.
DLH berharap usulan ini dapat segera disetujui agar pengelolaan sampah di Mimika menjadi lebih maksimal, mengingat dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan dari sampah yang tidak tertangani.
“Kalau mau tambah truk, otomatis juga harus tambah minyak, tenaga, dan suku cadang. Semua itu saling berkaitan dan butuh dukungan anggaran,” jelasnya.