Timika, Torangbisa.com – Perayaan Paskah 2026 di Eme Neme Yauware, Mimika, berlangsung penuh khidmat dan makna. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM), Pdt Pascal Victor Warint, menyerukan pesan kebangkitan Kristus sebagai momentum pembaharuan hidup dan pemulihan kemanusiaan.
Ibadah Paskah yang digelar Minggu pagi (05/04/2026) di Emeneme Yauware dihadiri ribuan umat Kristiani serta tokoh lintas agama dan pemerintah daerah.
Dalam khotbahnya, Pdt Pascal Victor Warint mengatakan bahwa kebangkitan Yesus Kristus membawa kekuatan baru, keberanian, serta harapan bagi setiap orang percaya.
Mengutip firman Tuhan dari 2 Korintus 5:17, ia mengingatkan bahwa setiap orang yang hidup di dalam Kristus adalah ciptaan baru.
“Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kebangkitan Kristus memberikan keberanian bagi kita untuk keluar dari ketakutan dan hidup dalam pembaharuan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar perayaan, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap, perilaku, maupun hubungan antar sesama.
“Kita tidak boleh lagi hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Kristus bangkit untuk memulihkan, mengangkat dosa kita, dan memberikan masa depan yang penuh harapan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk berani meninggalkan kehidupan lama yang penuh dosa dan melangkah dalam kehidupan baru yang mencerminkan kasih, kebenaran, dan damai sejahtera.
Menurutnya, kebangkitan Kristus juga menjadi pemersatu yang meruntuhkan sekat-sekat perbedaan serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ananias Faot mewakili Bupati Mimika menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada seluruh umat Kristiani.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Paskah merupakan momentum iman yang mengingatkan akan kemenangan Yesus Kristus atas maut sekaligus menjadi simbol harapan dan pembaharuan.
“Makna Paskah hendaknya tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari melalui sikap kasih, persaudaraan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Paskah, mulai dari pawai obor hingga ibadah pagi hari.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata dalam mempererat persatuan dan keberagaman masyarakat Mimika,” tambahnya.
Perayaan Paskah di Mimika tahun ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan antar umat beragama.
Dengan semangat “Kristus Bangkit, Kemanusiaan Kita Dipulihkan”, umat diajak untuk terus membangun kehidupan yang penuh kasih serta membawa damai bagi sesama.
















