Religi

Safari Ramadan di Miktim dan Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Warga Diajak Rajut Harmoni dan Perkuat Toleransi

×

Safari Ramadan di Miktim dan Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan, Warga Diajak Rajut Harmoni dan Perkuat Toleransi

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman saat menyerahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan tokoh agama pada momen Safari Ramadan dan buka puasa bersama (Foto:Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Hj. Rampeani Rachman menggelar Safari Ramadan dan berbuka puasa bersama warga Dapil 6 yang yang berlangsung di Masjid Jabal Rahmah, Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Rabu (25/2/2026).

Dalam momen tersebut dirangkaikan dengan penyerahan BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus gereja, se-Distrik Mimika Timur, Pengurus Fardhu Kifayah Miktim, Motoris OAP, serta wartawan se-Kabupaten Mimika.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hadir dalam momen tersebut, Staf Ahli Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, beserta Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, Herman Gafur dan Dominggus Kapiyau, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Mimika, Gabriel Rettob, dan para tokoh agama di Mimika.

Staf Ahli Bidang Sosial, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika dalam sambutannya mengatakan bahwa Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Lebih dari itu, Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa persaudaraan, serta membangun semangat toleransi antar umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Mimika.

“Melalui kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan di pelataran Masjid Jabal Rahmah ini, kita semua diingatkan kembali akan pentingnya menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat,” ujar Fransiskus.

Ia menyampaikan, tema kegiatan yang diusung yakni “Ramadhan dalam Bingkai Harmoni, Merajut Persaudaraan, Menghargai Perbedaan” mengandung makna mendalam bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Mimika yang damai, maju, dan sejahtera.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, terlebih dengan adanya agenda penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pengurus gereja se-Distrik Mimika Timur, pengurus fardhu kifayah, motoris Orang Asli Papua (OAP), serta rekan-rekan wartawan se-Kabupaten Mimika.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian bersama dalam memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Pemerintah Kabupaten Mimika senantiasa mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, rukun, dan penuh toleransi antar umat beragama,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan demi terwujudnya Mimika yang aman, damai, dan kondusif.

“Mari kita jadikan Bulan Suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan solidaritas sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun daerah yang kita cintai bersama,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.

Ia menyebut, Mimika merupakan miniatur Bhinneka Tunggal Ika dan dinilai layak menerima penghargaan harmoni tingkat nasional atau Harmony Award.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Mimika mampu merawat keberagaman dalam semangat persaudaraan.

“Hari ini kita membuktikan bahwa Kabupaten Mimika wajar mendapatkan penghargaan harmoni. Ini adalah anugerah terhormat yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Rampeani juga merangkaikan kegiatan Safari Ramadhan dengan penyerahan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pelayan keagamaan dan pekerja sektor informal.

Ia menargetkan penyerahan 1.000 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada imam masjid, takmir, da’i, mubalig, pengurus fardhu kifayah, pelayan gereja, motoris transportasi laut, serta pekerja lainnya yang dinilai layak menerima.

Ia menjelaskan, motoris memiliki peran penting sebagai pengemudi transportasi laut yang melayani mobilitas masyarakat ke berbagai wilayah pesisir seperti Pomako, Potowaiburu, Agimuga, dan Kokonao.

Rampeani menegaskan, sebagai anggota DPRK ia memiliki keterbatasan dalam menjawab berbagai proposal masyarakat. Karena itu, ia memilih mengalokasikan kemampuannya untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pelayan masyarakat dan pekerja berisiko.

“BPJS ini bukan berarti kita berharap terjadi musibah. Namun ketika kecelakaan kerja atau musibah terjadi, ada santunan yang membantu keluarga, termasuk santunan kematian sebesar Rp 42 juta,” jelasnya.