Scroll untuk baca artikel
Halo Polisi

Saat Polisi Menjadi Guru, Menyalakan Harapan Anak-anak di Tembagapura

×

Saat Polisi Menjadi Guru, Menyalakan Harapan Anak-anak di Tembagapura

Sebarkan artikel ini
Suasana belajar mengajar di Honai Polsek Tembagapura (Foto: Istimewa). 

Timika, Torangbisa.com – Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan situasi keamanan yang masih menjadi tantangan, kehadiran polisi di tengah anak-anak Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membawa semangat tersendiri.

Melalui kegiatan belajar mengajar di Honai Belajar Polsek Tembagapura, polisi tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga turut mendampingi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan dan membangun harapan akan masa depan yang lebih baik.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa dan Rabu (28/10/2026) tersebut diikuti 28 anak dari Kampung Banti 1, Kampung Waa Banti 2, Kampung Opitawak, serta kawasan permukiman Utikini dan Kimbeli.

Dua personel Polsek Tembagapura, yakni Ps. Kanit Binmas Aipda Lebu’ Tadan dan anggota Unit Provost Bripda Calvin Msen, terlibat langsung sebagai tenaga pendidik.

Mereka memberikan pendampingan pembelajaran bagi anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal akibat keterbatasan fasilitas sekolah dan kondisi keamanan di wilayah tempat tinggal mereka.

Sebelum pelajaran dimulai, anak-anak mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. Mereka diajarkan cara mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar sebagai langkah sederhana untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Suasana belajar kemudian diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Dari Sabang Sampai Merauke, dan Garuda Pancasila. Anak-anak juga diajak menghafalkan Pancasila untuk mengenal nilai-nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air.

Memasuki sesi pembelajaran inti, Aipda Lebu’ Tadan dan Bripda Calvin Msen menyampaikan sejumlah materi dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.

Pembelajaran meliputi pendidikan agama melalui video edukasi tentang penciptaan manusia, matematika dasar berupa pengurangan, latihan membaca melalui tayangan video, serta pengenalan bendera negara-negara di dunia lewat permainan tebak gambar.

Metode pembelajaran yang memadukan materi dasar, media visual, dan permainan tersebut diharapkan membuat anak-anak lebih mudah memahami pelajaran. Suasana belajar yang menyenangkan juga menjadi bagian penting untuk menumbuhkan minat dan semangat mereka dalam menimba ilmu.

Tak hanya belajar di dalam kelas, anak-anak juga diajak membangun kebiasaan disiplin dan tanggung jawab. Menjelang akhir kegiatan, seluruh peserta menikmati makan bersama, kemudian membersihkan ruang kelas agar tetap rapi dan nyaman untuk digunakan pada kegiatan berikutnya.

Kegiatan di Honai Belajar Polsek Tembagapura menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak pendidikan anak-anak, terutama mereka yang menghadapi hambatan dalam mengakses pendidikan formal.

Upaya tersebut dinilai membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, lembaga non-pemerintah, orang tua, dan unsur masyarakat diharapkan dapat berperan bersama dalam memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang tinggal di sekitar Kali Kabur dan perkampungan Waa Banti.

Dukungan berkelanjutan diperlukan agar anak-anak dapat mengembangkan kemampuan dasar, mulai dari mengenal huruf, membaca, menulis, hingga berhitung. Terlebih, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berada di Kampung Waa Banti saat ini belum berjalan secara maksimal.

Melalui pendampingan ini, Honai Belajar diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan rasa percaya diri meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Sebab, kesempatan untuk memperoleh pendidikan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan generasi muda.

Di Tembagapura, langkah sederhana berupa mendampingi anak-anak belajar menjadi salah satu upaya menjaga semangat mereka agar tetap tumbuh, berkembang, dan berani meraih cita-cita.