Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan fokus utama pembangunan daerah dalam RKPD 2027 adalah sektor pendidikan, termasuk penerapan wajib belajar 13 tahun dan penyediaan taman kanak-kanak (TK) di seluruh distrik.
Saat ditemui di Kantor Bappeda Kabupaten Mimika, Senin (30/03/2026), Bupati Johannes Rettob menyoroti masih adanya ketimpangan fasilitas pendidikan dasar di sejumlah wilayah, khususnya di distrik terpencil.
Ia mencontohkan Distrik Mimika Barat Tengah yang memiliki sembilan sekolah dasar (SD) di sembilan kampung, namun belum memiliki satu pun fasilitas taman kanak-kanak (TK).
“Padahal ke depan, anak-anak tidak boleh langsung masuk SD tanpa melalui TK. Ini menjadi kewajiban kita untuk dipenuhi mulai 2026 hingga 2027,” tegasnya.
Selain pemerataan akses pendidikan, Pemkab Mimika juga mengembangkan program “sekolah sepanjang hari” yang telah diuji coba di beberapa sekolah, seperti SD YPPK Kokonao dan SD Negeri Kokonao.
Program ini memberikan pola pembelajaran terpadu, di mana siswa menjalani aktivitas sehari penuh di sekolah, mulai dari makan, belajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler, namun tetap pulang ke rumah agar interaksi dengan keluarga tetap terjaga.
“Hasilnya sangat baik. Anak-anak lebih terarah, dan orang tua juga merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Di luar pendidikan, Bupati juga menetapkan sejumlah program prioritas lain dalam RKPD 2027, termasuk pembangunan infrastruktur jalan utama yang menghubungkan wilayah strategis seperti Kapiraya, Potowayburu, Timika, hingga Agimuga dan Jita.
Selain itu, sektor transportasi juga menjadi perhatian serius, baik transportasi darat dalam kota maupun transportasi laut ke wilayah pesisir yang selama ini masih terbatas.
Tak hanya itu, pengembangan pariwisata dan ekowisata juga masuk dalam program prioritas. Salah satunya adalah pengembangan kawasan mangrove berbasis ekonomi berkelanjutan, seperti tambak udang, ikan, dan kepiting, tanpa merusak ekosistem.
“Ekowisata ini bukan hanya wisata, tapi juga menjaga lingkungan dan menghasilkan nilai ekonomi, termasuk potensi karbon yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.


















