Timika, Torangbisa.com – Menyambut kehadiran bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama kembali digaungkan di Masjid Al Fattaah BTN Bumi Kamoro Indah, Timika, Rabu (18/02/2026).
Ramadan tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum transformasi spiritual bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi perekat harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, serta kepedulian sosial menjadi pesan utama dalam menyongsong bulan penuh ampunan tersebut.
PLT Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Abdul Syakir, S.Pd.I mengatakan bahwa Ramadan merupakan momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.
“Ramadan 1447 H adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk memperkuat tenun kebangsaan. Toleransi bukan sekadar membiarkan orang lain beribadah, tetapi membangun ruang saling menghormati dan berbagi kasih sayang tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.
Menurutnya, pesan menjaga kerukunan menjadi sangat krusial, terutama di tengah masyarakat yang majemuk. Ramadan adalah saat di mana nilai-nilai kemanusiaan, seperti empati, kesabaran, dan pengendalian diri dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjaga kekhusyukan dan kedamaian selama bulan suci, terdapat tiga aspek penting yang perlu dikedepankan.
Pertama, sikap saling menghormati (tasamuh). Umat Muslim menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan, sementara warga lainnya memberikan ruang dan penghormatan, sehingga tercipta suasana lingkungan yang sejuk dan harmonis.
Kedua, solidaritas tanpa batas. Semangat berbagi melalui pembagian takjil gratis maupun kegiatan bakti sosial menjadi bukti bahwa nilai-nilai Ramadan melampaui sekat-sekat identitas agama dan golongan.
Ketiga, menjaga lisan di ruang digital. Mengingat Ramadan 1447 H berlangsung di era informasi yang serba cepat, masyarakat diajak untuk menahan diri dari menyebarkan hoaks maupun narasi kebencian demi menjaga kedamaian batin dan ruang publik.
“Menjaga harmoni adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Dengan hati yang bersih dan penuh maaf, kita menyambut Ramadan 1447 H sebagai bulan pemersatu,” tambah Abdul Syakir.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Ramadan 1447 H di Kabupaten Mimika diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, mempererat persaudaraan lintas iman, serta menghadirkan kedamaian bagi seluruh masyarakat.















