Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Polisi Selidiki Akun Palsu yang Diduga Provokasi Pelajar di Mimika

×

Polisi Selidiki Akun Palsu yang Diduga Provokasi Pelajar di Mimika

Sebarkan artikel ini
Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com — Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki keberadaan akun media sosial palsu yang diduga digunakan untuk memprovokasi dan memperkeruh hubungan antarpelajar dari sejumlah sekolah menengah di Mimika.

Waka Polres Mimika, Kompol J. Limbong mengatakan, akun tersebut diduga mengatasnamakan salah satu individu dari SMA Negeri 7 dan membuat unggahan bernada tantangan yang menyasar sejumlah sekolah, di antaranya SMA Harapan, SMA Hermon, serta SMK N 1.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Menurutnya, akun tersebut dalam beberapa hari terakhir terus muncul dan menghilang sehingga memicu reaksi dari para pelajar.

“Jadi akun tersebut diduga membuat unggahan yang menjelekkan satu kelompok atau sekolah terhadap kelompok lainnya. Unggahan tersebut kemudian memicu kemarahan pelajar yang melihatnya,”katanya, Senin (28/9/2026).

Akibat provokasi tersebut, para pelajar diduga sempat bergerombol dan mencari kelompok pelajar lainnya.

“Dia membuat satu akun yang membuat jelek satu dengan yang lain. Mereka melihat dari akun itu, kemudian marah. Kemarin mereka bergerombol atau berkelompok untuk mencari satu dengan yang lain,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya bentrokan, personel Polres Mimika selama tiga hari berturut-turut melakukan patroli rutin di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi aksi antarkelompok pelajar.

Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Mimika bersama jajaran kepolisian lainnya.

“Selama tiga hari berturut-turut ini personel kita, yang dipimpin langsung Pak Kabag Ops bersama-sama dengan kami, telah melakukan kegiatan patroli rutin,” katanya.

Sementara terkait identitas pemilik akun tersebut, Waka Polres mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Polisi juga menemukan adanya penggunaan foto seseorang yang kemudian seolah-olah dikaitkan sebagai pemilik atau pelaku di balik akun tersebut.

Menurutnya, setelah dimintai keterangan, orang yang fotonya digunakan dalam akun tersebut mengaku tidak mengetahui aktivitas provokatif tersebut.

“Akun ini ada salah satu, misalnya si A. Akun ini di-screenshot fotonya seolah-olah orang itu yang berbuat. Ternyata setelah kita minta keterangan, dia tidak ada kaitannya,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan bahwa akun asli milik orang yang fotonya digunakan justru berisi unggahan-unggahan positif.

“Kalau kita lihat akunnya, akun-akun hal yang positif saja. Tapi ternyata dipakai akun ini untuk memprovokasi,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polres Mimika untuk mengungkap siapa sebenarnya pengelola akun palsu yang diduga menjadi pemicu ketegangan antarpelajar tersebut.

Kepolisian mengimbau para pelajar dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh unggahan di media sosial, terutama konten yang belum diketahui kebenaran maupun sumbernya.