Timika, Torangbisa.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika memfasilitasi kegiatan donor darah yang digelar oleh Korps Sukarela (KSR) sebagai langkah awal pembentukan jiwa kemanusiaan para relawan muda di Mimika.
Ketua Harian PMI Mimika, Jaconis Manusiwa mengatakan, kegiatan donor darah tersebut sejatinya direncanakan berlangsung pada 26 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Relawan Nasional.
Namun, karena berbagai kesibukan dan kesiapan relawan yang baru terbentuk, pelaksanaannya baru dapat dilakukan akhir bulan Januari 2026, ditanggal 24 Januari 2026.
“Awalnya kegiatan ini direncanakan tanggal 26 Desember, karena itu momentum Hari Relawan Nasional. Anak-anak KSR, baik dari KSR Markas maupun KSR Perguruan Tinggi, ingin membuat kegiatan kemanusiaan. Namun karena mereka baru dibentuk dan kondisi saat itu cukup padat, akhirnya disepakati dilaksanakan di bulan Januari,” ujar Jaconis kepada awak media.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran awal bagi relawan KSR untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Donor darah dipilih sebagai aksi kepedulian terhadap sesama.
“Sebagai relawan, mereka harus memiliki jiwa kemanusiaan. Bagaimana mau menolong orang lain kalau dari diri sendiri belum siap? Maka kami mulai dari hal sederhana, yaitu donor darah,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 20 relawan KSR menyatakan kesiapan untuk mendonorkan darah. Mayoritas peserta merupakan pendonor pemula yang baru pertama kali mengikuti kegiatan donor darah.
“Rata-rata mereka masih pemula, ada rasa takut, ada keraguan. Tapi kami terus memberikan arahan tentang hidup sehat dan manfaat donor darah. Puji Tuhan, mereka akhirnya bersedia dan mampu melaksanakan donor darah hari ini,” ungkap Jaconis.
Ia menyebutkan bahwa meski target awal donor berkisar 15 hingga 20 orang, jumlah pendonor yang hadir dinilai telah memenuhi target dan menjadi langkah awal yang baik bagi KSR Mimika.
Lebih lanjut, PMI Mimika berencana menjadikan donor darah sebagai program rutin KSR setiap tiga bulan, selain kegiatan kemanusiaan lainnya yang akan disusun dalam program kerja KSR Markas dan KSR kampus.
“Kegiatan hari ini menjadi langkah awal. Ke depan, setiap tiga bulan kami akan jadwalkan donor darah sebagai program tetap KSR Mimika,” tambahnya.
Jaconis juga menegaskan bahwa kegiatan donor darah di Kabupaten Mimika sejatinya telah dilakukan secara rutin setiap bulan, meski tidak selalu dipublikasikan secara luas.
“Bagi kami, aksi lebih penting daripada publikasi. Donor darah ini rutin kami lakukan setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena kekurangan darah di Mimika masih sering terjadi,” katanya.
Terkait penyaluran darah, PMI Mimika saat ini masih bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (Karitas).
Ia berharap ke depan RSUD Mimika dapat terlibat aktif dalam kerja sama pemenuhan kebutuhan darah.
“Kami berharap tahun 2026 RSUD bisa duduk bersama dengan PMI Mimika, melihat kebutuhan darah yang terus terjadi, supaya persoalan kekurangan darah ini bisa teratasi,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Mimika untuk turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan donor darah, mengingat kebutuhan darah yang kerap muncul di berbagai grup informasi masyarakat.
“Kalau kita hanya melihat dan membaca tanpa bertindak, percuma. Tuhan sudah beri kita kesempatan untuk membantu lewat donor darah. Mari kita sama-sama menolong sesama,” ajaknya.















