Hukum dan Kriminal

Pesta Miras di Perairan Timika Berujung Berdarah, Tiga ABK Ditikam Rekannya Sendiri

×

Pesta Miras di Perairan Timika Berujung Berdarah, Tiga ABK Ditikam Rekannya Sendiri

Sebarkan artikel ini
Tampak salah satu ABK kapal nelayan yang menjadi korban penganiayaan (foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Pelayaran kapal nelayan dari Jawa menuju Timika berubah mencekam setelah pesta minuman keras (miras) di atas kapal berujung aksi penikaman.

Tiga Anak Buah Kapal (ABK) menjadi korban dalam insiden yang terjadi saat kapal memasuki perairan Timika, Minggu (1/3/2026) malam.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Mimika, AKP M. M. Sayori, kepada awak media di Mapolres Mimika Mile 32, Senin (2/3/2026), membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengevakuasi tiga korban dari kapal ikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

“Penikaman itu terjadi di atas kapal. Jadi mereka dari arah Jawa hendak ke Timika. Ketika memasuki perairan Timika, mereka malah pesta miras, kemudian diduga terjadi salah paham hingga berujung penikaman,” ujar AKP Sayori.

Menurutnya, pelaku penikaman hanya satu orang dan kini telah diamankan di Mapolres Mimika untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara motif pasti kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian.

“Untuk modus masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan ketiga korban saat ini sedang menjalani perawatan medis di RSUD Mimika,” jelasnya.

AKP Sayori juga mengungkapkan bahwa kapal nelayan tersebut berasal dari wilayah Jawa dan memiliki izin operasi di Timika. Pihak Satpolairud, kata dia, hanya membantu proses evakuasi korban dari atas kapal ke rumah sakit, sementara penanganan perkara selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim Polres Mimika.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya konsumsi miras berlebihan, terutama dalam situasi kerja di tengah laut yang membutuhkan kewaspadaan dan koordinasi tinggi antar awak kapal.

Polisi masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.