Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Marianus Maknaipeku angkat bicara menanggapi pernyataan yang viral di media sosial oleh politikus Papua Tengah yang dinilai keliru terkait penyelesaian konflik Kwamki Narama yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.
Marianus mengatakan bahwa tudingan tersebut tidak mendasar. Ia menyebutkan bahwa baik Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, maupun Pemerintah Kabupaten Puncak terus mengikuti dan menangani persoalan yang ada sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
“Jangan sekali-kali mengintimidasi Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika. Mereka tidak diam. Mereka bekerja dan memahami persoalan ini secara utuh,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut memang terjadi di wilayah kabupaten lain, namun berdampak di Mimika sehingga penanganannya harus dilakukan secara hati-hati, dengan menghargai hukum positif dan proses yang sedang berjalan.
Pemerintah, kata dia, memilih berada di posisi tengah agar penyelesaian dapat dilakukan secara adil dan damai.
Marianus juga mengingatkan kepada para pihak agar agar lebih fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai wakil rakyat, bukan justru terus menyoroti dan menyerang kepemimpinan Bupati Mimika di ruang publik.
“Sebagai anggota DPR, seharusnya berbicara secara logis dan memberikan dukungan kepada pemerintahan, termasuk dengan mendorong lahirnya peraturan daerah yang melindungi hak-hak masyarakat adat, hutan, dan tanah adat,” ujarnya.
Ia mencontohkan upaya sejumlah legislator yang aktif memperjuangkan perda perlindungan hak adat sebagai langkah konkret yang seharusnya diteladani.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak bisa dilakukan dengan membangun kegaduhan atau pencitraan diri seolah-olah sebagai pahlawan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Bupati Mimika siap turun tangan jika diperlukan, namun tetap mengedepankan proses hukum dan mediasi.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga disebut mendapat dukungan penuh dari Muspida, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
“Kami sudah beberapa kali terlibat langsung dalam proses mediasi bersama pemerintah. Masyarakat semakin paham bahwa semua persoalan ini sedang ditangani dan ada jalannya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Marianus mengajak seluruh pihak, khususnya para elit politik, untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan.
“Mari kita jaga daerah ini baik-baik. Jangan membuat kegaduhan yang tidak perlu. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan bermartabat,” tutupnya.














