Hukum dan Kriminal

Perempuan ODGJ Dipanah hingga Tewas di Kwamki Narama, Polisi Lakukan Penyelidikan

×

Perempuan ODGJ Dipanah hingga Tewas di Kwamki Narama, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki bersama anggotanya saat merespon kelokasi kejadian (foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Seorang perempuan bernama Aprilia Magai yang diketahui sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meninggal dunia setelah menjadi korban pembunuhan menggunakan panah di wilayah Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan peristiwa tersebut.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat korban melintas di jalan aspal dan sempat meminta minum kepada anggota kepolisian yang sedang membongkar tenda.

“Iya benar, perempuan itu atas nama Aprilia Magai, dia ODGJ. Saat kami bongkar tenda, dia sempat lewat di jalan aspal dan meminta minum ke anggota,” kata Iptu Yusak Sawaki.

Setelah itu, korban melanjutkan perjalanan ke arah Kubu Bawa. Tak lama kemudian, setelah seluruh anggota meninggalkan lokasi, korban diduga diserang oleh pelaku tidak dikenal menggunakan panah hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

“Mereka langsung melakukan pembunuhan dengan menggunakan panah terhadap saudara perempuan ini dan korban meninggal dunia di tempat,” jelasnya.

Pihak Polsek Kwamki Narama yang dibackup Polres Mimika langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RSUD Mimika.

“Tadi kami dari Polsek dibackup Polres sudah masuk ke lokasi dan membawa korban ke RSUD,” ungkapnya.

Iptu Yusak Sawaki menambahkan, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses pemakaman. Namun, terdapat perbedaan pandangan mengenai prosesi pemakaman secara adat.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak keluarga dari pihak Dang. Mereka menyampaikan korban harus dibakar, tapi kami akan koordinasi lagi karena ini bukan kasus perang. Kami berharap korban bisa dimakamkan secara agama dan tidak dibakar,” tegasnya.

Terkait pelaku, polisi mengaku belum dapat mengidentifikasi secara pasti karena jarak pandang yang jauh saat kejadian. Namun, terdapat sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Pelaku belum sempat kami lihat karena jaraknya jauh, tapi di dalam lokasi ada banyak ibu-ibu dan banyak saksi,” katanya.