Timika, Torangbisa.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan pembukaan Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi, di Hotel Horison Ultima Mimika, Kamis (5/6/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat, motivasi, dan peran aktif perempuan dalam berbagai sektor strategis, serta mendorong tumbuhnya orientasi politik di kalangan perempuan Mimika.
Hadir dalam kegiatan ini berbagai elemen penting, mulai dari tokoh perempuan, organisasi wanita, partai politik, hingga lembaga pemerintah, dengan jumlah peserta mencapai 200 orang.
Dalam kesempatan tersebut narasumber Debora Mote menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga calon legislatif perempuan yang berhasil lolos ke parlemen.
Meski belum mencapai kuota ideal 30%, angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Walaupun belum mencapai kuota tapi ada 3 perwakilan perempuan di parlemen,” kata Debora Mote.
Sementara itu, Kepala dinas DP3AKB Kabupaten Mimika Josefintje. Wandosa, menyampaikan bahwa Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) di Kabupaten Mimika pada tahun 2025 tercatat sebesar 58,11.
Angka ini menunjukkan masih rendahnya keterwakilan perempuan dalam posisi pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Baik di lembaga pemerintahan, sosial, maupun sektor swasta, serta ketimpangan upah antara perempuan dan laki-laki yang masih signifikan.
Sosialisasi ini turut menghadirkan berbagai narasumber dan stakeholder terkait, antara lain Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mimika, Ketua Pokja Perempuan RMP Provinsi Papua Tengah, DPRD Kabupaten Mimika, Kesbangpol, dan KPU Kabupaten Mimika.
Adapun peserta kegiatan terdiri dari perwakilan partai politik, organisasi tokoh perempuan, wanita gereja, serta komunitas-komunitas perempuan yang aktif di Kabupaten Mimika.
Melalui kegiatan ini, DP3AKB Mimika berharap dapat mendorong perempuan untuk lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor politik, hukum, sosial, dan ekonomi.