Suara Parlemen

Pembangunan Masjid Al-Ikhlas di SP1, Mariunus: Masukkan Proposal ke Pemda, Anggaran Perubahan atau Induk 2026 Bisa Dirampungkan

×

Pembangunan Masjid Al-Ikhlas di SP1, Mariunus: Masukkan Proposal ke Pemda, Anggaran Perubahan atau Induk 2026 Bisa Dirampungkan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika dari Partai Golkar, Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan saat foto bersama dengan pengurus DKM Mesjid Al-Ikhlas usai menyerap aspirasi masyarakat (foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Pembangunan Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di Gang Mawar, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, masih membutuhkan anggaran untuk penyelesaian.

Dalam kegiatan Reses Tahap I, Anggota DPRK Mimika dari Partai Golkar, Mariunus Tandiseno dan Mery Pongutan saat menerima aspirasi dari masyarakat yang juga pengurus DKM Masjid Al-Ikhlas mengharapkan dukungan pemerintah untuk merampungkan pembangunan masjid tersebut.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Mariunus Tandiseno menegaskan bahwa pembangunan masjid ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pihak DKM bisa memasukkan proposal ke Bagian Kesra Setda Kabupaten Mimika sehingga bisa dibantu.

Paling lambat pada tahun 2026 pembangunan dapat dirampungkan, bahkan jika memungkinkan, bisa direalisasikan melalui anggaran perubahan tahun 2025 jika masih ada anggaran.

“Sehubungan dengan masjid dan ambulans, ini sangat dibutuhkan. Masjid di SP1 adalah masjid pertama di sini (SP1), tetapi sampai sekarang belum selesai dan belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Harapan saya, kalau bisa paling lambat tahun 2026, atau kalau masih ada jalan di anggaran perubahan 2025, ya dikasih bantuan,” ujar Mariunus.

Mariunus menjelaskan, perhatian pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada distrik tertentu saja, seperti Distrik Miru dan Distrik Kuala Kencana, yang kini sudah berkembang pesat. Menurutnya, wilayah SP1 juga perlu mendapatkan perhatian seperti distrik-distrik lain di Kabupaten Mimika.

Senada dengan Mariunus, Mery Pongutan juga mengatakan, harus ada dukungan dari pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan masjid ini.

“Harus ada perhatian dari pemerintah untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid ini. Kalau tidak salah, sudah pernah dibantu, tapi katanya belum pernah. Jadi memang harus jadi prioritas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa bantuan dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRK mungkin tidak mencukupi, sehingga ia telah menyarankan pengurus masjid untuk mengajukan proposal ke Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Mimika untuk mendapatkan anggaran tambahan, termasuk untuk pengadaan ambulans yang juga sangat dibutuhkan masyarakat.

Harus ada perhatian dari pemerintah, melalui Bagian Kesra,” ungkap Mery.

Politik

“Saya merasa bangga sekaligus sedih melihat kondisi di sini. Sebagai anak asli Kampung Atuka, saya melihat masih banyak hal yang perlu dibenahi, terutama terkait infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. Masih ada rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga, dan menurut saya ini tidak layak. Pemerintah perlu memberi perhatian lebih pada masyarakat pesisir seperti ini,” ujar Primus.