Timika, Torangbisa.com – Kegiatan sosial mewarnai Festival Pasar Imlek di Jalan Budi Utomo, Selasa (17/02/2026). Saat diwawancarai awak media, dr. Leonard Pardede menyampaikan bahwa pihaknya membagikan ribuan kacamata baca gratis kepada masyarakat, khususnya para lansia.
Leonard menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari Yayasan Pelkesi Pusat sebanyak kurang lebih 3.000 kacamata baca. Kacamata tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan membaca karena faktor usia.
“Tujuannya supaya orang-orang tua bisa membaca apa saja, baik itu Al-Qur’an, Alkitab, membaca pesan di WhatsApp, Facebook, atau bacaan lainnya. Intinya untuk membantu mereka kembali nyaman membaca,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kacamata yang dibagikan merupakan kacamata baca (plus), bukan untuk gangguan mata khusus seperti silinder atau katarak. Bagi masyarakat yang mengalami katarak, disarankan untuk menyelesaikan tindakan medis terlebih dahulu sebelum menggunakan kacamata baca.
Dalam pendistribusian bantuan tersebut, Leonard yang juga menjabat sebagai Ketua Pelkesi Wilayah V menyebut dukungan penuh dari PSMTI, khususnya dalam pembiayaan ongkos kirim dari Jakarta ke Timika.
“Total ada sekitar 600 kacamata yang didatangkan pada tahap ini, dan biaya pengiriman kurang lebih Rp7.800.000 ditanggung oleh Ketua PSMTI. Beliau langsung menyatakan siap membantu tanpa membebani pihak lain,” jelasnya.
Leonard menambahkan, kegiatan ini bukan hanya dilakukan di hari festival saja. Ke depan, distribusi kacamata akan dilakukan secara berkelanjutan ke gereja, masjid, maupun paguyuban yang membutuhkan. Pihaknya juga siap melakukan screening atau pemeriksaan sederhana untuk menentukan ukuran plus yang sesuai sebelum kacamata dibagikan.
“Kalau ada gereja atau masjid yang membutuhkan, silakan bersurat kepada kami. Kami akan datang untuk screening dan membantu sesuai kebutuhan,” katanya.
Ia berharap melalui program ini, masyarakat Timika semakin melek literasi. Dengan kemampuan membaca yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan.
“Harapan kami masyarakat bisa kembali nyaman membaca. Kalau literasinya bagus, tentu pengetahuan juga bertambah. Ini bagian dari perhatian kami dari Pelkesi dan dukungan berbagai pihak untuk masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.















