Timika, Torangbisa.com – Aparat kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Kwamki Narama pasca insiden pembunuhan yang terjadi di dua lokasi berbeda di kota Timika, Minggu (29/3/2026).
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan dengan mengerahkan puluhan personel gabungan baik Polsek Kwamki Narama maupun personil Brimob Yon B dengan memperketat patroli guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan.
Pelaksana harian (Plh) Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, mengatakan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan meningkatkan patroli rutin sebagai bentuk respons terhadap situasi pasca kejadian yang dinilai rawan.
Ia menjelaskan, pengamanan di wilayah tersebut tidak hanya dilakukan oleh personel Polsek, tetapi juga mendapat dukungan dari aparat Brimob.
Sinergi ini dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali di tengah potensi gejolak yang bisa saja muncul sebagai dampak lanjutan dari peristiwa sebelumnya.
“Kwamki Narama ini memang wilayah yang cukup riskan, sehingga kami bersama rekan-rekan Brimob terus melakukan patroli dan siaga untuk menjaga situasi tetap aman,” ujarnya.
Menurutnya, langkah antisipasi dilakukan mengingat adanya kebiasaan konflik lanjutan yang kerap terjadi pasca insiden. Selain itu, pihak kepolisian juga mencermati keterkaitan antara korban yang telah dimakamkan dengan kejadian lain di Jalan Petrosea.
Lebih lanjut, Ipda Adnan mengungkapkan bahwa pihaknya juga bersiaga menghadapi rencana kedatangan sejumlah rombongan dari Tembagapura yang akan melaksanakan kegiatan adat.
Polisi tetap menempatkan personel di lapangan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk keputusan keluarga korban terkait proses pemakaman, baik secara umum maupun adat.
“Apapun keputusan keluarga, kami tetap standby untuk mengamankan jalannya kegiatan agar tetap kondusif,” katanya.


















