Kabar KampungMimika

Musrenbang Distrik Jita Prioritaskan Rumah Layak Huni, Pendidikan dan Kesehatan

×

Musrenbang Distrik Jita Prioritaskan Rumah Layak Huni, Pendidikan dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Jita, Suto Rontini (Foto: Nando/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Distrik Jita memprioritaskan pembangunan rumah layak huni, peningkatan layanan kesehatan, serta sarana pendidikan dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Kepala Distrik Jita, Suto Rontini, mengatakan kebutuhan dasar masyarakat pesisir menjadi fokus utama karena masih banyak warga yang tinggal di rumah tidak layak serta minim fasilitas kesehatan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Suto menjelaskan, dalam Musrenbang tahun ini pihaknya mengusulkan sejumlah program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat di 10 kampung yang ada di Distrik Jita.

“Kita fokus pada sarana-prasarana dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan rumah layak huni. Itu yang paling penting bagi masyarakat,” ujar Suto

Menurutnya, sektor kesehatan menjadi perhatian serius karena masih ada beberapa fasilitas kesehatan seperti pustu dan puskesmas yang belum didukung dengan rumah tinggal bagi tenaga medis. Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan di kampung-kampung pesisir belum berjalan maksimal.

“Kalau tidak ada tenaga medis di kampung, masyarakat pasti kesulitan karena kebutuhan pelayanan kesehatan itu sangat penting,” katanya.

Selain itu, kebutuhan rumah layak huni juga menjadi prioritas karena sebagian besar masyarakat di wilayah pesisir masih tinggal di rumah tradisional yang belum memiliki fasilitas dasar seperti jamban. Hal ini dinilai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat.

“Kalau rumah layak huni dibangun lengkap dengan jamban, otomatis kesehatan masyarakat juga akan lebih baik. Selama ini banyak warga yang masih buang air di kali yang juga digunakan untuk mandi,” jelasnya.

Suto menambahkan, selama beberapa tahun terakhir pemerintah sudah membangun sekitar 20 unit rumah melalui program padat karya serta dukungan dana desa. Namun jumlah tersebut masih belum mencukupi karena dalam satu rumah sering ditempati dua hingga tiga keluarga.

“Memang sudah ada pembangunan rumah dari padat karya sekitar 10 unit dan dari dana desa juga ada di setiap kampung, tapi masih sangat kurang,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap program bantuan rumah layak huni dari pemerintah daerah ke depan dapat lebih diarahkan ke wilayah pesisir, termasuk Distrik Jita.

Selain perumahan, Distrik Jita juga mengusulkan pembangunan sarana transportasi seperti dermaga apung untuk mempermudah aktivitas masyarakat yang sebagian besar menggunakan perahu sebagai alat transportasi utama.

“Dermaga apung juga sangat dibutuhkan karena masyarakat masih menggunakan tambatan perahu yang sangat sederhana,” katanya.

Ia menegaskan, usulan yang diajukan dalam Musrenbang merupakan kebutuhan prioritas masyarakat yang diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.