Sosial

Monitoring Akreditasi Laboratorium, Langkah Karantina Papua Tengah Cegah Penyakit Avian Influenza & ND

×

Monitoring Akreditasi Laboratorium, Langkah Karantina Papua Tengah Cegah Penyakit Avian Influenza & ND

Sebarkan artikel ini
Pegawai Karantina Papua Tengah saat melakukan monitoring akreditasi laboratorium (foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Karantina Papua Tengah melaksanakan kegiatan monitoring akreditasi laboratorium melalui pengambilan sampel darah ayam di peternakan ayam petelur milik Bapak Santu Sudi yang berlokasi di SP1, Kabupaten Mimika.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan dan pemeliharaan standar akreditasi laboratorium karantina hewan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pada kegiatan tersebut, petugas karantina hewan melakukan pengambilan sebanyak 10 sampel darah ayam.

Seluruh sampel kemudian dibawa ke Laboratorium Karantina Papua Tengah untuk dilakukan pengujian dengan target penyakit Avian Influenza (AI) menggunakan metode HA/HI serta penyakit Newcastle Disease (ND).

Monitoring akreditasi laboratorium ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengambilan, penanganan, hingga pengujian sampel dilakukan sesuai dengan standar mutu dan prosedur yang telah ditetapkan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Karantina Papua Tengah dalam menjaga kompetensi laboratorium agar hasil pengujian yang dihasilkan akurat, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan ini memiliki dampak pasti bagi masyarakat, khususnya dalam menjamin kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan.

Dengan laboratorium yang terakreditasi dan berfungsi optimal, potensi penyebaran penyakit hewan menular strategis dapat dideteksi secara dini, sehingga dapat melindungi peternak, konsumen, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan di Papua Tengah.

Melalui kegiatan monitoring ini, Karantina Papua Tengah terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hayati dan kesehatan hewan demi kesejahteraan bersama.

Mimika

Timika, Torangbisa.com – Koordinator Moker, Billy Laly, berharap Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan mogok kerja karyawan di lingkungan PT Freeport Indonesia tidak hanya memanggil pihak perusahaan utama, tetapi juga melibatkan perusahaan privatisasi dan kontraktor yang selama ini menjadi bagian dari sistem kerja para pekerja.