Religi

Modus Penipuan Haji Marak di Mimika, Kementerian Keluarkan Peringatan Serius

×

Modus Penipuan Haji Marak di Mimika, Kementerian Keluarkan Peringatan Serius

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, Abdul Sakir (Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Maraknya kejahatan siber yang menyasar calon jamaah haji di Mimika memicu peringatan keras dari pemerintah. Sedikitnya 9 laporan telah masuk, bahkan satu korban mengalami kerugian jutaan rupiah akibat penipuan berkedok layanan haji.

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika resmi mengeluarkan peringatan level serius (warning), Rabu (01/04/2026). kepada seluruh calon jamaah haji agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kian marak.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mimika, Abdul Sakir, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi jamaah melalui jalur tidak resmi.

“Kami tegaskan, tidak pernah ada permintaan update data seperti NIK, foto KTP, maupun instalasi aplikasi atau klik link tertentu. Jika ada yang mengatasnamakan kami dan meminta hal tersebut, itu jelas penipuan,” tegasnya.

Peringatan ini muncul setelah adanya laporan terkait oknum yang menyamar sebagai petugas haji dan mencoba mengelabui calon jamaah dengan berbagai cara.

Modus yang digunakan pelaku terbilang beragam, mulai dari menjanjikan percepatan keberangkatan, meminta pelunasan biaya di luar prosedur resmi, hingga mengirim tautan berbahaya atau aplikasi ilegal.

Tak hanya itu, pelaku juga kerap melakukan panggilan telepon hingga video call untuk meyakinkan korban agar memberikan data pribadi sensitif dengan dalih verifikasi administrasi.

Hingga 1 April 2026, tercatat sebanyak 9 calon jamaah telah melaporkan upaya penipuan tersebut. Dari jumlah itu, satu orang dilaporkan menjadi korban dengan kerugian lebih dari Rp7 juta setelah data pribadinya disalahgunakan hingga rekeningnya dibobol.

Pihak Kementerian pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang berkaitan dengan keberangkatan haji.

Beberapa langkah pencegahan yang ditekankan antara lain tidak mengklik link sembarangan, tidak memberikan data pribadi seperti NIK, PIN, maupun kode OTP, serta selalu melakukan verifikasi langsung ke kantor resmi jika menerima informasi mencurigakan.

Pemerintah berharap masyarakat dapat lebih waspada agar niat suci menjalankan ibadah haji tidak ternodai oleh aksi kejahatan digital yang merugikan.