TIMIKA, (torangbisa.com) – Nama Hajja Rampeani Rachman Banau kini menjadi sorotan di lingkungan Kerukunan Keluarga Maluku Utara (KKMU) Kabupaten Mimika.
Ia secara resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Caretaker) Ketua KKMU Mimika berdasarkan Surat Mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKMU Tanah Papua Nomor 07/PK–DPD/KKMU/I/2026 tertanggal 17 Januari 2026.
Surat mandat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP KKMU Tanah Papua Dr. H. Abdul Hafid Yusuf, S.Ag., M.M dan Sekretaris Jenderal Pdt. Delfina Memele, S.Th, sekaligus memberikan kewenangan kepada Hajja Rampeani Rachman Banau untuk memimpin dan menata kembali organisasi KKMU Kabupaten Mimika hingga terbentuk kepengurusan definitif.
Hajja Rampeani Rachman Banau merupakan cucu dari Soleman Banau binti Banau Alum Gani, tokoh pejuang asal Halmahera Barat yang dikenal luas sebagai salah satu pahlawan daerah dalam perjuangan mempertahankan kehormatan dan martabat masyarakat Maluku Utara pada masa kolonial.
Nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, serta semangat persatuan yang diwariskan sang kakek menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidup dan pengabdian Hajja Rampeani hingga kini.
Sebagai figur perempuan yang tumbuh dari keluarga pejuang, Hajja Rampeani dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, khususnya di lingkungan perantau Maluku Utara di Kabupaten Mimika. Kedekatannya dengan masyarakat, sikap rendah hati, serta komitmen menjaga persaudaraan lintas suku dan agama menjadikannya sosok yang dipercaya memegang peran strategis di tubuh KKMU.
Saat ini, selain mengemban amanah sebagai caretaker Ketua KKMU Mimika, Hajja Rampeani juga tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DRPK) Mimika periode 2025–2030.
Ia dikenal sebagai satu-satunya tokoh perempuan berdarah Jailolo yang duduk di lembaga perwakilan rakyat tersebut, sebuah posisi yang memperkuat perannya dalam menjembatani aspirasi masyarakat Maluku Utara di tanah rantau.
Penunjukan dirinya sebagai Caretaker Ketua KKMU Mimika bukan semata soal jabatan, melainkan bentuk kepercayaan untuk menjaga soliditas warga Maluku Utara di Kabupaten Mimika.
Dalam tugasnya, ia diharapkan mampu mengonsolidasikan organisasi, menyiapkan pelaksanaan musyawarah, serta memperkuat peran KKMU sebagai wadah pemersatu, pelestari budaya, dan mitra pemerintah daerah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
Mengemban amanah tersebut, Hajja Rampeani menegaskan komitmennya untuk melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu.
“Persatuan, kekeluargaan, dan saling menghormati adalah warisan utama yang harus terus kita jaga. KKMU harus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Maluku Utara di Mimika,” ujarnya kepada media ini, Senin, (26/1/2026) .
Lebih lanjut, Hajja Rampeani menyampaikan harapannya agar setelah Ketua KKMU Mimika definitif terpilih melalui musyawarah organisasi, kepengurusan yang baru dapat langsung bekerja secara solid dan profesional.
“Saya berharap, setelah ketua definitif terpilih nanti, KKMU Mimika semakin kuat, tertata, dan mampu menjadi organisasi yang benar-benar hadir untuk seluruh warga Maluku Utara. Kepengurusan baru harus melanjutkan program-program pembinaan, pelestarian budaya, serta mempererat persaudaraan di tanah rantau,” katanya.
Ia juga berharap kepemimpinan KKMU ke depan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“KKMU harus terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan, stabilitas sosial, dan mendukung pembangunan di Kabupaten Mimika,” tambahnya.
Dengan latar belakang keluarga pejuang serta pengalaman panjang dalam kegiatan sosial dan politik, banyak pihak menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan sementara Hajja Rampeani, proses transisi menuju kepengurusan definitif dapat berjalan lancar dan melahirkan pimpinan KKMU yang mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan berkontribusi nyata bagi keharmonisan masyarakat multikultural di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.















