Timika, Torangbisa.com – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Assalaam Timika terus memperkuat penyaluran zakat dan program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mimika.
Selama hampir lima tahun beroperasi, lembaga ini aktif menyalurkan bantuan kepada delapan golongan penerima zakat dengan berbagai program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi.
saat diwawancarai awak media usai kegiatan berbagi di Masjid Asy-Syuhada, Selasa (10/03/2026).
Direktur LAZ Assalaam Timika, Arianto, mengatakan lembaga tersebut telah berdiri dan menjalankan kegiatan sosial selama hampir lima tahun sejak memperoleh izin resmi dari Kementerian Agama.
“Kalau LAZ sendiri sudah hampir lima tahun sejak keluarnya surat izin dari Kemenag. Surat izin itu berlaku lima tahun dan kami sudah melakukan perpanjangan pada tahun 2022,” kata Arianto
Menurutnya, dalam menyalurkan zakat, LAZ Assalaam Timika mengacu pada delapan golongan penerima zakat atau asnaf yang berhak menerima bantuan, seperti fakir, miskin, amil, mualaf, hingga ibnu sabil.
Selain itu, lembaga tersebut juga mengikuti lima segmentasi penyaluran yang ditetapkan pemerintah, yakni program sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, serta pengembangan ekonomi dan kewirausahaan.
Arianto menjelaskan bahwa bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat cukup beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan para penerima manfaat.
“Untuk program sosial kemanusiaan biasanya kami menyalurkan bahan makanan atau bantuan uang. Di bidang pendidikan kami memberikan beasiswa dan perlengkapan sekolah. Untuk kesehatan ada program pembiayaan berobat dan khitan gratis bagi anak-anak kurang mampu,” jelasnya.
Sementara pada sektor pengembangan ekonomi, LAZ Assalaam Timika juga membantu pelaku usaha kecil atau UMKM melalui pemberian peralatan usaha sesuai kebutuhan mereka.
Di bulan Ramadan, pihaknya juga membuka posko penghimpunan zakat dan infak di beberapa titik di Kabupaten Mimika untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyalurkan zakat.
“Sejauh ini kami masih fokus menghimpun zakat dan infak. Biasanya penyaluran secara masif dilakukan menjelang Idul Fitri, sekitar H-5 atau H-3,” ujarnya.
Arianto menambahkan, pihaknya membuka enam posko penghimpunan zakat yang tersebar di beberapa lokasi di Timika, seperti di SP2, depan Ramayana, sekitar Bank Muamalat, Jalan Budi Utomo, Jalan Yos Sudarso, serta kawasan Hasanuddin.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penyaluran bantuan dilakukan sepanjang tahun, meskipun puncaknya biasanya terjadi pada bulan Ramadan karena banyak masyarakat menunaikan zakat fitrah.
“Setiap bulan kami tetap melakukan penyaluran. Hanya saja di bulan Ramadan kegiatannya lebih intens karena ada zakat fitrah,” katanya.
Arianto juga menyampaikan bahwa sejauh ini respon masyarakat terhadap program LAZ Assalaam Timika cukup positif, baik dari para penerima bantuan maupun para donatur.
Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir jumlah infak yang dihimpun mengalami sedikit penurunan. Karena itu pihaknya berharap kesadaran masyarakat untuk berinfak semakin meningkat.
“Kami berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang berinfak. Karena kebutuhan masyarakat yang kurang mampu itu tidak pernah berhenti,” ujarnya.
Ke depan, LAZ Assalaam Timika juga terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program Kampung Zakat di wilayah Nawaripi yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Program tersebut menyasar masyarakat eks Pasar Damai yang kini menetap di wilayah tersebut, dengan tujuan membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

















