Hukum dan Kriminal

Konflik Kwamki Menuju Damai, Pasukan Brimob Shabara Amankan Lokasi Perang

×

Konflik Kwamki Menuju Damai, Pasukan Brimob Shabara Amankan Lokasi Perang

Sebarkan artikel ini
Pihak keamanan saat melakukan pengecekan kendaraan yang masuk ke Kwamki Narama (foto: Riki/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Komandan Batalyon B Satbrimobda Papua Tengah, Kompol Onisimus Sairo, mengatakan aparat keamanan terus memperkuat pengamanan di wilayah Kwamki menyusul konflik antarwarga yang hingga kini masih berpotensi menimbulkan korban.

Kompol Onisimus menjelaskan, aparat kepolisian bersama Forkopimda dan pemerintah daerah telah mengambil langkah tegas dengan memukul mundur massa dari lingkaran konflik. Hal ini dilakukan karena pemerintah tengah mempersiapkan proses perdamaian yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Kami sudah menarik massa keluar dari lokasi perang. Aparat, termasuk Brimob, melaksanakan pengamanan penuh baik di dalam maupun di luar Kwamki agar tidak ada lagi korban,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, sebuah pos pengamanan yang sedang dibangun sempat dirusak oleh massa pada malam hari. Namun, aparat kembali membangun pos tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Terkait rencana perdamaian, Kompol Onisimus menyebut telah dilakukan komunikasi melalui tokoh adat dan para tetua untuk mengumpulkan massa. Berdasarkan informasi yang diterima, prosesi perdamaian adat berupa patah panah dan belakayu direncanakan akan dilaksanakan pada Jumat, setelah Salat Jumat.

Aparat meminta agar tidak ada pertemuan massa di lokasi konflik sebelum adanya kesepakatan damai, guna mencegah memanasnya emosi dan menghindari jatuhnya korban, termasuk dari pihak keamanan.

“Kami tidak ingin aparat yang bertugas melindungi masyarakat justru menjadi korban. Beberapa hari lalu ada anggota yang dipanah, bahkan kendaraan petugas juga terkena panah,” ungkapnya.

Dalam upaya penegakan hukum, aparat telah mengamankan berbagai barang bukti berupa parang, senapan angin, serta puluhan anak panah. Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan di Polres Mimika.

Sejumlah pelaku juga telah diamankan, dengan total sekitar 18 orang dari hasil penyisiran beberapa hari terakhir, dan masih akan diproses oleh penyidik Satreskrim.

“Sampai saat ini kami terus lakukan penyisiran. Tidak ada ruang dan waktu bagi pelaku kejahatan. Di mana pun mereka bersembunyi, termasuk di hutan, akan kami sisir,” tegas Kompol Onisimus.

Untuk memastikan situasi benar-benar kondusif, Satbrimobda Papua Tengah mengerahkan hampir 200 personel, belum termasuk kekuatan dari unsur Polri lainnya. Aparat juga mendirikan tujuh pos pengamanan di titik-titik strategis, termasuk tiga pos polisi dan beberapa rumah warga yang sementara digunakan dengan izin pemiliknya.

“Kami lakukan pengamanan siang dan malam sampai proses perdamaian benar-benar terlaksana. Setelah damai, masyarakat dipersilakan kembali ke rumah masing-masing, dan warga non-asli Kwamki diminta meninggalkan lokasi,” pungkasnya.