Timika, Torangbisa.com – Umat Muslim di Kabupaten Mimika menggelar sholat Idul Fitri 1447 Hijiriah yang berlangsung di halaman Eme Neme Yauware, Sabtu (21/3/2026).
Dalam sholat tersebut Abdul Sakir sebagai penceramah mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Abdul Sakir mengingatkan jamaah bahwa hari raya bukan sekadar perayaan, melainkan simbol kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Ia menjelaskan bahwa gema takbir, tahlil, dan tahmid yang dikumandangkan umat Islam merupakan bentuk pengakuan atas kebesaran Allah SWT serta ungkapan rasa syukur atas nikmat dan ampunan yang diberikan.
“Idul Fitri adalah ekspresi kemenangan sejati, yakni keberhasilan dalam menundukkan hawa nafsu serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur dari menahan lapar dan dahaga, tetapi dari perubahan sikap setelahnya.
Menurutnya, tanda keberhasilan tersebut tercermin dari meningkatnya empati, kemampuan menahan amarah, serta kepedulian terhadap sesama.
Abdul Sakir juga mengingatkan pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari ketakwaan.
Ia menuturkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan berbuat kebaikan, baik melalui kesabaran dalam keterbatasan, berbagi dalam kelapangan, maupun menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.
“Harta, jabatan, dan segala yang kita miliki adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Maka gunakanlah itu untuk kemaslahatan dan kebaikan bersama,” tegasnya.
Dalam khutbahnya, ia juga mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa, yakni mereka yang gemar berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, dengan menanamkan nilai kejujuran, kepedulian, dan semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Religiusitas bukan hanya terlihat dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap sosial kita bagaimana kita memperlakukan sesama dengan kasih sayang, keadilan, dan kepedulian,” tambahnya.
Menutup khutbah, Abdul Sakir mengajak jamaah untuk berdoa bersama, memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan, persatuan, serta petunjuk bagi para pemimpin agar senantiasa menjalankan amanah dengan adil dan bijaksana.
Khutbah tersebut disambut khidmat oleh jamaah yang memadati lokasi shalat Id, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekhusyukan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Mimika.

















