Timika, Torangbisa.com – Ketua Umum MUI Mimika KH Muh Amin AR menegaskan pentingnya sidang isbat sebagai pedoman resmi penentuan awal Ramadan dan hari raya, demi menjaga kepastian hukum serta persatuan umat Islam di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya melalui rilis yang dibagikan via WhatsApp, Jumat (20/03/2026).
Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa sidang isbat memiliki peran strategis dalam menyatukan perbedaan metode penentuan kalender hijriah, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
“Sidang isbat menjadi forum penting untuk mempertemukan data ilmiah dan kesaksian empiris, sehingga menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa hasil sidang isbat yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama memberikan kepastian hukum yang kuat dan menjadi pedoman resmi bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Menurutnya, kehadiran sidang isbat juga merupakan bentuk tanggung jawab negara melalui Kementerian Agama dalam mengayomi umat Islam agar dapat menjalankan ibadah secara serentak dan penuh kebersamaan.
Selain itu, sidang isbat dinilai mampu mencegah kebingungan di tengah masyarakat akibat perbedaan penentuan waktu ibadah, dengan menghadirkan satu keputusan resmi yang dapat dijadikan acuan bersama.
“Dengan adanya keputusan resmi, umat Islam bisa beribadah dengan lebih tenang tanpa diliputi keraguan,” jelasnya.
KH Muh Amin AR juga menambahkan bahwa sidang isbat bukan untuk menegasikan salah satu metode, melainkan sebagai upaya kolektif yang menggabungkan pendekatan ilmiah dan yuridis dalam satu keputusan yang bijak.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati hasil sidang isbat sebagai bentuk menjaga persatuan dan kebersamaan umat Islam di Indonesia.
“Ini adalah keputusan bersama yang ilmiah dan memiliki dasar hukum, sehingga penting untuk kita hormati demi persatuan,” tutupnya.

















