Kabar Kampung

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh: Penyaluran PKH Berbasis Kearifan Lokal Minim Keluhan Warga

×

Kepala Distrik Mimika Barat Jauh: Penyaluran PKH Berbasis Kearifan Lokal Minim Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Ever Kukuareyau, Jelaskan Mekanisme Penyaluran PKH Berbasis Kearifan Lokal di Kantor Pos Timika (Foto: Yani/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Penyaluran bantuan sembako dan PKH di Distrik Mimika Barat Jauh dinilai berjalan lancar dan minim keluhan. Kepala Distrik Ever Kukuareyau menegaskan, sistem berbasis kearifan lokal yang melibatkan kepala kampung menjadi kunci utama distribusi yang tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan penyerahan bantuan kearifan lokal sembako Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Pos Timika, Selasa (17/03/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Selama ini teknis penyaluran dilakukan melalui kepala-kepala kampung. Kami dari distrik menerima, lalu diserahkan ke kepala kampung untuk dikelola dan disalurkan ke masyarakat sesuai kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Ever, hingga saat ini tidak ada laporan signifikan dari masyarakat terkait ketidakadilan dalam penyaluran bantuan.

Ia menegaskan, apabila ada warga yang merasa tidak menerima bantuan padahal namanya terdaftar, diharapkan segera melapor ke pihak distrik.

“Sejauh ini tidak ada laporan masyarakat yang tidak menerima bantuan. Kalau ada, silakan laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia menjelaskan, persoalan masyarakat yang belum menerima bantuan umumnya disebabkan oleh dua hal, yakni belum terdata atau belum tersampaikan dalam proses distribusi.

Terkait kriteria penerima bantuan, Ever mengakui bahwa penentuan sepenuhnya berada pada instansi teknis seperti Dinas Sosial dan data statistik dari pemerintah pusat.

Pihak distrik hanya bertugas menyampaikan dan mengusulkan data masyarakat yang dianggap layak.

“Indikator penerima itu dari data statistik. Kami di distrik hanya mengusulkan, sementara penentuan ada di Dinas Sosial,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat di wilayah Mimika Barat Jauh, khususnya di daerah pesisir, yang sebagian besar masih tinggal di rumah bantuan. Hal ini menurutnya menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat tersebut layak menerima bantuan sosial.

“Kalau dilihat, sekitar 80 sampai 90 persen masyarakat di wilayah kami tinggal di rumah bantuan. Ini menunjukkan mereka masih layak menerima bantuan sosial,” ungkapnya.

Selain bantuan dari Dinas Sosial, masyarakat juga menerima bantuan lain seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari dana kampung. Oleh karena itu, pendekatan kearifan lokal dinilai penting untuk menjaga keseimbangan dan menghindari konflik sosial di tengah masyarakat.

“Penyaluran berbasis kearifan lokal ini penting agar tidak menimbulkan konflik sosial. Semua disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat,” tambahnya.

Distrik Mimika Barat Jauh sendiri terdiri dari lima kampung, yang seluruhnya menjadi sasaran penyaluran bantuan. Pemerintah distrik berharap ke depan pendataan penerima bantuan dapat semakin akurat sehingga tidak ada lagi masyarakat yang terlewat.

Dengan sistem yang telah berjalan, pemerintah distrik optimistis penyaluran bantuan sosial akan terus berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah tersebut.