Kabar Kampung

Kepala Distrik Jita Usul Program MBG Dikelola Sekolah, Dorong Ekonomi Kampung Ikut bergerak 

×

Kepala Distrik Jita Usul Program MBG Dikelola Sekolah, Dorong Ekonomi Kampung Ikut bergerak 

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Jita, Suto Rontini, (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Jita, Suto Rontini, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan lebih efektif jika pengelolaannya diserahkan langsung kepada pihak sekolah, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Mimika.

Selain mempermudah distribusi di daerah dengan akses terbatas, langkah ini juga dinilai mampu melibatkan masyarakat kampung serta menciptakan perputaran ekonomi lokal melalui penyediaan bahan makanan bagi siswa.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Suto menjelaskan bahwa selama ini program makan gratis bagi siswa di wilayah Distrik Jita sebenarnya sudah berjalan, namun program tersebut berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika melalui kegiatan makan sehat yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di kampung-kampung.

“Anak makan di sekolah atau makan gratis selama ini yang berjalan itu dari Dinas Pendidikan. Kalau untuk program MBG sampai hari ini mungkin belum ada,” ujar Suto.

Menurutnya, kondisi wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses transportasi membuat pengelolaan program seperti MBG perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ia menilai jika pengelolaan diserahkan langsung kepada sekolah, maka pelaksanaannya akan lebih mudah dan efisien.

“Sebenarnya program MBG ini bagus, tetapi kalau di wilayah seperti kami di pesisir, sebaiknya diserahkan ke sekolah supaya guru-guru bisa langsung mengelola,” katanya.

Suto juga menambahkan bahwa pengelolaan program tersebut dapat melibatkan masyarakat setempat dalam penyediaan bahan makanan bagi siswa. Dengan begitu, program ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi di dalam kampung.

Misalnya, jika menu makanan untuk siswa adalah ikan atau sayuran, pihak sekolah dapat membeli langsung dari masyarakat setempat yang menangkap ikan atau berkebun di kampung tersebut.

“Kalau besok anak-anak makan ikan, kita bisa beli dari masyarakat. Mereka pergi menjaring ikan, atau kita beli sayur dari warga. Jadi ada perputaran ekonomi di dalam kampung,” jelasnya.

Ia juga berharap ke depan jika koperasi kampung seperti Koperasi Merah Putih dapat dibangun di setiap kampung, maka pengelolaan bahan pangan untuk program makan bergizi tersebut bisa dilakukan melalui koperasi sehingga lebih terorganisir dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan sekolah dan masyarakat, Suto optimistis program makan bergizi bagi siswa dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga di wilayah pesisir Distrik Jita.