Timika, Torangbisa.com – Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakan Kemenhaj) Kabupaten Mimika, Abdul Sakir, mengingatkan masyarakat khususnya calon jemaah haji untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi resmi yang menyoroti berbagai modus penipuan digital yang kini menyasar calon jemaah haji.
Dalam modus tersebut, pelaku biasanya menghubungi korban dan meminta data pribadi dengan dalih “pembaruan data jemaah”.
Menurut Abdul Sakir, masyarakat di Kabupaten Mimika harus lebih berhati-hati terhadap segala bentuk komunikasi mencurigakan, terutama yang meminta informasi sensitif seperti nomor identitas, rekening, hingga kode OTP.
“Jangan mudah percaya pada pihak yang mengaku dari kementerian tanpa bukti resmi. Pastikan semua informasi hanya berasal dari kanal resmi pemerintah,” tegasnya.
Ia juga menekankan beberapa langkah penting yang harus dilakukan masyarakat, antara lain tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, menghindari klik tautan mencurigakan, serta tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.
Selain itu, Abdul Sakir mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada petugas resmi apabila menemukan indikasi penipuan.
Pemerintah berharap dengan adanya sosialisasi ini, calon jemaah haji dapat lebih terlindungi dari ancaman kejahatan digital yang semakin berkembang.
“Jika ragu, segera hubungi petugas atau saluran resmi agar tidak menjadi korban,” tambahnya.

















