Timika, Torangbisa.com – Dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, Lurah Kelurahan Kamoro Jaya, Musdalifa Sikawael, menggagas Pilot Project “Kamoro Bertani”.
Program ini bertujuan memberdayakan warga Kamoro dengan memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi mereka.
“Saya ingin memberdayakan masyarakat Kamoro supaya bisa bertani sendiri. Selama ini banyak keluhan, ada yang menanam tapi yang lain yang panen. Karena itu, saya mulai mengajak warga untuk menanam secara mandiri,” ujar Musdalifa dalam kegiatan Reses Tahap I yang digelar di Mesjid Al-Ikhlas SP1, Jumat (21/3/2025).
Saat ini, sudah ada empat kepala keluarga yang mulai bertani dengan menanam kangkung di lahan yang telah disediakan. Ke depan, mereka akan bertanggung jawab atas proses penanaman, panen, dan pemasaran hasil pertanian secara mandiri.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan bibit dan pupuk, yang masih perlu dukungan dari pihak terkait agar program ini bisa berjalan berkelanjutan.
Ia juga meminta dukungan dari para petani Transmigrasi agar bisa mengajarkan cara bercocok tanam, sehingga kedepan mereka lebih mandiri.
“Di SP1 ini banyak masyarakat Kamoro, jadi mereka harus diperhatikan. Dengan adanya program ini, saya berharap mereka bisa lebih mandiri, punya aktivitas yang positif, dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRK Mimika, dari Partai Golkar, Mariunus Tandiseno mendukung pilot project yang digagas oleh Lurah Kelurahan Kamoro Jaya, apabila terus dijalankan maka akan berdampak pada warga Kamoro yang lain. Selain itu mengurangi masalah sosial, seperti kebiasaan mabuk-mabukan yang sering terjadi akibat minimnya aktivitas produktif di masyarakat.
“Dinas terkait bisa mendukung Pilot Project “Kamoro Bertani”, sehingga masyarakat Kamoro dapat berkembang lebih baik melalui sektor pertanian,” harapnya.