Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kapolres Morotai Dorong Polisi Hadir di Tengah Masyarakat Lewat Program 100 Hari Kerja

×

Kapolres Morotai Dorong Polisi Hadir di Tengah Masyarakat Lewat Program 100 Hari Kerja

Sebarkan artikel ini
Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H (Foto: Istimewa)

Pulau Morotai, Torangbisa.com– Kapolres Pulau Morotai mendorong jajarannya untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat melalui pelaksanaan program 100 hari kerja Polri.

Program ini dijabarkan ke dalam sejumlah agenda kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan publik, keamanan dan ketertiban, hingga kepedulian terhadap dunia pendidikan dan persoalan ketenagakerjaan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Hal tersebut disampaikan Kapolres saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026). Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., Ia menjelaskan bahwa program 100 hari kerja Polri menjadi pedoman bagi seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek.

Menurutnya, terdapat delapan program prioritas yang menjadi landasan pelaksanaan tugas kepolisian, yakni penguatan kelembagaan dan keorganisasian, pembinaan sumber daya manusia (SDM), penguatan pelayanan publik, penegakan hukum, sistem pengawasan, akuntabilitas anggaran, transformasi digital, serta penguatan kemampuan inti kepolisian.

Program tersebut kemudian dijabarkan ke dalam sejumlah kegiatan strategis yang harus dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing satuan.

Selain delapan program prioritas tersebut, terdapat delapan agenda utama dalam program 100 hari kerja Polri. Agenda itu meliputi penciptaan ruang publik yang aman, pemberantasan narkoba, penindakan terhadap judi daring dan penipuan digital, peningkatan respons cepat melalui layanan 110 dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ramah terhadap korban, serta memastikan perkembangan penanganan perkara melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Agenda lainnya mencakup penguatan pengawasan internal, peningkatan kemampuan Polres dan Polsek, serta penerapan KUHP dan KUHAP dengan dukungan penyelidikan dan penyidikan berbasis ilmiah atau scientific investigation.

Untuk memastikan program tersebut berjalan secara terarah, Polres Pulau Morotai menyusun agenda kegiatan harian yang melibatkan pimpinan dan seluruh jajaran sesuai tugas masing-masing.

Pada hari Senin, kegiatan difokuskan pada pengaturan lalu lintas serta program Polisi Peduli Pendidikan. Dalam kegiatan ini, personel kepolisian turun ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA, untuk mengikuti apel sekaligus memberikan arahan kepada para siswa.

Selanjutnya, pada hari Selasa, jajaran kepolisian melaksanakan kegiatan yang dalam wawancara disebut sebagai ANEF.

Sementara itu, pada hari Rabu, Polres menjadwalkan kegiatan bersama masyarakat melalui kunjungan langsung ke sejumlah kelompok warga.

Misalnya, mengunjungi pangkalan ojek maupun kelompok pekerja bangunan untuk berdiskusi, mendengarkan aspirasi, serta menampung berbagai saran dan masukan dari masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, kepolisian dapat mengetahui persoalan yang dihadapi warga sekaligus menjadikan masukan masyarakat sebagai bahan untuk disampaikan kepada pihak terkait sesuai kewenangannya.

Pada hari Kamis, agenda diarahkan pada program Polisi Peduli Ketenagakerjaan. Kegiatan ini bukan untuk mencari pekerjaan bagi masyarakat secara langsung, melainkan menjadi jembatan komunikasi antara warga yang membutuhkan pekerjaan dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan atau peluang untuk membantu.

Sebagai contoh, bagi masyarakat yang belum bekerja, termasuk calon pekerja di sektor pelabuhan, kepolisian dapat menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan ketua kelompok buruh untuk membahas peluang kerja sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Adapun pada hari Jumat, kegiatan diisi dengan salat Jumat bersama masyarakat yang dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan kamtibmas serta arahan kepada warga.

Kapolres menjelaskan, pelaksanaan agenda tersebut tidak hanya bergantung pada dirinya, tetapi juga melibatkan Wakapolres, pejabat utama, serta perwira yang ditunjuk.

Dengan pembagian tugas tersebut, kegiatan tetap dapat berjalan meskipun Kapolres sedang melaksanakan tugas di luar daerah atau menghadiri agenda kedinasan di Polda.

Pelaksanaan program secara berjenjang diharapkan dapat memastikan seluruh agenda 100 hari kerja Polri berjalan hingga tingkat Polsek.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui pelayanan publik, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, kepedulian terhadap pendidikan, serta upaya menjembatani persoalan sosial dan ketenagakerjaan.

Program ini menjadi salah satu upaya memperkuat komunikasi dan hubungan antara kepolisian dengan masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai.